RAKER DENGAN MENTERI KESEHATAN, KOMISI IX DPR RI SEBUT BANYAK MASALAH DALAM PENANGANAN COVID 19
Jakarta, Baraberita.com – Selasa, 06/07/2021 – Pandemi covid-19 tak kunjung usai, data sementara dari situs website covid19.go.id yang dikelola oleh satuan tugas penanganan covid-19 menunnjukkan terjadi penambahan kasus setiap harinya.
Hingga 5 juni 2021 jumlah pasien positif covid-19 mencapai 2.313.829 jiwa, sembuh 1.942.690 jiwa, meninggal 61.140 jiwa. Segala upaya telah dilakukan pemerintah dari penerapan disiplin kesehatan hingga program vaksinasi yang hingga saat ini masih berjalan.
Dari sekian upaya yang di lakukan namun masalah pndemi covid-19 tak kunjung usai, Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan RI dan Menteri Keuangan RI (05/07/2021) kemarin, menyampaikan ada banyak masalah di lapangan terkait pelayanan kesehata covid-19.
Masalah yang kerap di temukan adalah banyak pasien isolasi mandiri yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan dari konsultasi kesehatan dan obat – obatan, pasien kritis yang kesulitan plasma darah, Tes PCR dan Antigen secara mandiri yang sulit di jangkau oleh masyarakat, hingga PPKM Darurat yang di rasakan masyarakat tidak adil perlakuannya.
Menurut Fadholi “di perlukan adanya layanan online untuk pasien isolasi mandiri sehingga mereka yang menjalani isolasi secara mandiri bisa konsultasi secara gratis dan bisa mengakses segala yang di butuhkan termasuk pengobatan” yang menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi partai NASDEM.
Dan untuk pasien covid-19 yang menjalani terapi plasma konvalesen yang sulit untuk mendapatkan donor karena rumitnya aturan dan regulasi yang tidak jelas siapa yang berwenang dan standar yang di terapkan. “Saya tidak bagaimana aturan dan regulasinya, saat ini saya berjuang untuk mendapatkan plasma darah, antara yang satu dan lainnya SOPnya berbeda, dan ini sangat menyulitkan masyarakat.” Ujar Kurniasih dari Fraksi PKS.
Dalam upaya penanganan covid-19 negara kita kekurangan tenaga kesehatan, dimana tenaga kesehatan yang ada jumlahnya semakin menurun dengan adanya tenaga kesehatan yang berguguran karena terkena virus covid-19.
“ kita tau dari hari kehari jumlah tenaga kesehatan kita terus menurun, terus jatuh korban baik dokter maupun perawat, tidak hanya di jakarta tapi juga hampir di semua daerah, kalo kondisi ini terus terjadi, kita akan mengalami darurat tenaga kesehatan hingga kita akan sulit menyelesaikan covid-19 ini.” Kata Anas Thahir dari FPPP.
“saat ini kita sudah harus lockdown bukan PPKM karena kita merujuk pada UU No. 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, PPKM Darurat dan PPKM Wilayah itu main main, kita tidak boleh main main dengan kesehatan ini, ini pasien terus bertambah sementara ketersedian layanan kesehatan sudah penuh, banyaknya dokter dan perawat yang gugur, oksigen dan obat obatan yang terbatas.” Ujar Anshori Siregar dari FPKS.
“kondisi sekarang kita kekurangan oksigen, seharusnya menteri kesehatan sudah sedia payung sebelum hujan, buka sedia payung setelah hujan. Bahkan di rumah sakit sarjito orang meninggal dalam hitungan detik, walaupun hanya 50 sampai 60 orang, 1 nyawa pun hartus di peretanggung jawabkan. Maka dalam hal ini saya minta menteri kesehatan mundur dari jabatannya.” Tegas Anshori Siregar.
Penulis : Ismail Arrasyid
