Poludara Baharkam Polri Turunkan Bantuan Logistik di Aceh Tamiang dengan Risiko Tinggi
Oplus_131072
JAKARTA – Baraberita.com – Personel Polisi Udara (Poludara) Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi salah satu lokasi yang paling sulit untuk dilakukan droping bantuan melalui jalur udara karena kondisi daratan yang tergenang.
Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa tempat yang layak untuk pendaratan helikopter atau droping logistik sangat minim. Sebagian besar daratan masih tergenangi air banjir, membuat akses melalui udara menjadi tantangan tersendiri.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho mengungkapkan pada hari Sabtu (06/12/25) bahwa tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi pun tak lagi dapat dijangkau.
Menurut Sandi Nugroho, bantuan logistik yang dikirimkan akhirnya sampai di Aceh Tamiang melalui droping yang penuh risiko. Namun, semua upaya itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak yang sedang dalam kesulitan.
Pengiriman bantuan dilakukan menggunakan helikopter yang dikemudikan oleh empat personel Poludara. Mereka adalah AKBP Dian Didik Arvianto sebagai pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai copilot, beserta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu.
Sandi Nugroho menjelaskan bahwa dalam kondisi yang darurat itu, pilot Poludara harus mengambil keputusan dengan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang yang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan untuk droping.
Titik yang dipilih ternyata adalah lokasi sempit yang sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang telah lama menunggu pertolongan. Pilot harus mengandalkan keterampilan dan keberanian untuk mengeksekusi tugasnya.
Segera setelah helikopter tiba, masyarakat langsung menghampiri lokasi droping bantuan milik Poludara Baharkam Polri. Bantuan yang diterima akan disalurkan kembali secara bertahap meskipun prosesnya masih menghadapi berbagai tantangan.
Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga dengan cermat untuk memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga yang ada di sekitar lokasi.
Sandi Nugroho menekankan bahwa keputusan untuk melakukan droping di lokasi berisiko itu bukan tanpa pertimbangan. Namun, demi saudara-saudara yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil karena keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun.
Laporan : Naila Abraara
