1 Februari 2026

Motif Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Indramayu Terungkap, 2 Pelaku Ditangkap

0
a2516a3a-d112-444f-9b5e-29233912d644_347286

Bandung – JABAR – Baraberita.com -Kepolisian berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Lima anggota keluarga itu ditemukan terkubur dalam satu liang di rumah mereka, Senin (01/09/2025) lalu. Pelaku berinisial R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

R menjadi otak dari aksi pembunuhan ini karena dendam terhadap korban Budi Awaludin (45). Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, rasa kesal itu muncul setelah R menyewa mobil Avanza kepada Budi dengan uang Rp.750.000. Namun, ketika hendak mengambil mobil tersebut, kendaraan ternyata mogok.

“Motif pembunuhan bermula dari rasa dendam tersangka R kepada korban Budi Awaludin. Sebelumnya, R merental mobil Avanza kepada Budi dengan memberikan uang sewa sebesar Rp.750.000. Namun saat akan mengambil mobil yang disewa, kendaraan tersebut ternyata mogok,” ujar Hendra, Selasa (09/09/2025).

R kemudian meminta uangnya kembali, tetapi Budi menolak dengan alasan sudah digunakan untuk membeli sembako. Dari situlah muncul niat membunuh. Pada Kamis (28/08/2025) malam, R mengajak P dengan iming-iming uang. Sekira pukul 23.00 WIB hingga dini hari, mereka mendatangi rumah korban sambil membawa pipa besi.

“R memukul kepala korban Budi Awaludin lalu menghabisi korban lain, sedangkan P menenggelamkan bayi B ke bak mandi,” ungkap Hendra. Lima korban yang ditemukan tewas adalah Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76).

Seluruh jasad dikuburkan di lubang berukuran panjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 4 meter di halaman belakang rumah. Usai menghabisi korban, kedua pelaku mengepel lantai rumah untuk menghapus bercak darah, lalu membawa kabur uang, dua mobil, serta perhiasan milik keluarga Budi.

Pipa besi yang digunakan dibuang ke Sungai Cimanuk. Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menuturkan, R merupakan seorang residivis. Setelah melarikan diri hingga ke Surabaya, keduanya ditangkap saat berencana kabur menjadi anak buah kapal.

“Pihaknya juga masih mendalami apakah R berencana membunuh semua korban atau hanya diawali oleh R,” kata Fajar. Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menambahkan, korban dan pelaku sebenarnya saling kenal.

“Hubungan korban dan pelaku hanya saling kenal dan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank,” ujarnya. Warga sekitar menjadi saksi pertama yang menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban.

Ema (55), kerabat korban, mencium bau busuk dari arah rumah. “Awalnya kami curiga karena keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema. Kecurigaan makin kuat saat ia bersama tetangga mendobrak pintu rumah.

Dari arah belakang, tercium bau menyengat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. “Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ucapnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus yang mengguncang warga Indramayu ini. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan keadilan bagi korban dan keluarga.

Kasus pembunuhan sadis ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indramayu. Dengan kerja sama antara polisi dan masyarakat, diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.

Polri akan terus berupaya meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Indramayu.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan-kegiatan lainnya dalam mendukung pencapaian target keamanan masyarakat.

Laporan : Hartono KS 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *