KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Tabrakan di Bekasi Timur, Jalur Perjalanan Sempat Tertutup
Bekas – JABAR – Baraberita.com – Kepolisian telah membenarkan terjadinya peristiwa kecelakaan yang melibatkan dua sarana perkeretaapian, yaitu Kereta Rel Listrik atau KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Bekasi Timur pada hari Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50 WIB.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menyampaikan bahwa hingga saat ini proses penanganan insiden tersebut masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Penanganan ini melibatkan personel dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota yang bekerja sama dengan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
“Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya dengan KRL di kawasan Bekasi Timur. Saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan,” ungkap Kompol Robby dalam keterangan resminya.
Sebagai dampak dari peristiwa yang terjadi, jalur perlintasan kereta api di lokasi kejadian untuk sementara waktu tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta lainnya. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kelancaran proses penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap penyebab kejadian.
Selain terganggunya perjalanan kereta api, arus lalu lintas kendaraan di jalan raya sekitar lokasi kejadian juga terpantau mengalami kepadatan. Kondisi ini muncul seiring dengan berlangsungnya proses penanganan peristiwa serta upaya evakuasi korban yang dilakukan oleh petugas dan pihak terkait.
Untuk mengatasi kepadatan dan memastikan proses penanganan berjalan dengan baik, petugas kepolisian telah melakukan pengaturan arus lalu lintas secara ketat. Dalam pengaturan tersebut, akses jalan diprioritaskan bagi kendaraan dinas khususnya ambulans yang akan menuju lokasi maupun yang membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kami memprioritaskan perlintasan ambulans agar proses evakuasi korban dapat berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan apa pun,” tegas Kompol Robby Hefados menegaskan langkah yang diambil pihaknya di lapangan.
Sementara itu, terkait dengan urutan kejadian secara lengkap dan jelas, pihak kepolisian menyampaikan bahwa saat ini masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sementara, diketahui bahwa KRL yang terlibat dalam kecelakaan tersebut sedang dalam keadaan berhenti di jalur satu dengan arah perjalanan menuju Cikarang.
Kondisi tersebut berubah menjadi musibah ketika kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang bergerak melintas kemudian menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di jalur yang sama tersebut. Tabrakan yang terjadi menimbulkan dampak kerusakan dan korban di antara para penumpang yang berada di dalam kedua kereta tersebut.
Akibat dari insiden yang berlangsung secara tiba-tiba itu, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami cedera dengan tingkat luka yang beragam. Hingga sekitar pukul 21.50 WIB atau satu jam setelah kejadian, proses evakuasi terhadap seluruh korban dan penumpang masih terus dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan dan warga masyarakat yang berada di lokasi kejadian.
Salah seorang penumpang yang selamat dari peristiwa tersebut, Heri, menceritakan bahwa benturan keras terjadi secara tiba-tiba tanpa ada peringatan sebelumnya. Dampak dari benturan tersebut menyebabkan bagian belakang rangkaian KRL yang ditumpanginya mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
“Bagian belakang kereta rusak dan kami langsung dievakuasi oleh petugas yang sudah datang ke lokasi. Kami sangat bersyukur bisa selamat dari kejadian ini,” ujar Heri. Pihak kepolisian memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara maksimal, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi korban, hingga pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran setiap proses yang berlangsung di lapangan.
Laporan : Femmy ES.
