Aktivis Pemuda Gusnar Rupu: Temuan Ombudsman Diabaikan, Rapat DPRD Pohuwato Soal Beasiswa Kedokteran Hanya Formalitas
Pohuwato – GORONTALO – Baraberita.com – Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Gorontalo terkait dugaan maladministrasi dan penyimpangan prosedur Program Beasiswa Kedokteran Pemerintah Daerah Pohuwato terus menuai kritik pedas dari kalangan masyarakat.
Aktivis Pemuda Pohuwato, Gusnar Rupu, menilai langkah DPRD Kabupaten Pohuwato yang baru-baru ini menggelar rapat evaluasi bersama dinas terkait sama sekali tidak menyentuh akar persoalan utama.
Pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, yang menyodorkan hasil rapat evaluasi Komisi III dianggap sekadar tindakan pertahanan diri untuk meredam isu tanpa menyelesaikan temuan pelanggaran administrasi yang sudah dipaparkan Ombudsman.
“Rapat evaluasi yang ditunjukkan pihak DPRD itu hanya sekadar ucapan manis dan formalitas belaka. Mereka hanya fokus pada soal teknis keterlambatan pembayaran UKT serta menekan mahasiswa penerima beasiswa. Ketua DPRD beserta jajarannya terkesan sengaja menghindar dan tidak menyentuh akar masalah yang sudah dibeberkan Ombudsman, yaitu adanya dugaan kuat penyimpangan prosedur seleksi dan maladministrasi oleh birokrasi,” ujar Gusnar Rupu secara tegas, Jumat (11/09/2026).
Gusnar menambahkan, masyarakat saat ini menantikan tindakan nyata dari pelaksanaan fungsi pengawasan lembaga legislatif, bukan sekadar pengalihan isu ke masalah keuangan semata.
“Klarifikasi dan sikap Ketua DPRD ini tidak menjawab pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin ada temuan hukum dan mekanisme yang dilanggar oleh Pemerintah Daerah, namun DPRD justru sibuk mengevaluasi nilai IPK mahasiswa? Seharusnya DPRD berani mempublikasikan poin-poin temuan dalam LHP Ombudsman tersebut dan menindak tegas pejabat yang diduga terlibat,” tambahnya.
Merespons kondisi tersebut, Gusnar Rupu mendesak pimpinan DPRD Pohuwato untuk tidak tinggal diam dan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat secara terbuka.
Dalam kegiatan tersebut, DPRD diminta mengundang dengan hormat pihak Ombudsman Gorontalo, Bupati Pohuwato, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan guna membahas temuan secara transparan.
“Jika DPRD terus membelenggu atau berpura-pura tidak mengetahui adanya penyimpangan prosedur ini, kami pastikan elemen gerakan mahasiswa dan masyarakat Pohuwato akan turun ke jalan menuntut transparansi sepenuhnya,” tegas Gusnar menutup pernyataannya.
Diketahui, Gusnar Rupu merupakan tokoh yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena keberaniannya menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam sebuah kegiatan di lingkungan kampus.
Saat itu, Gusnar yang merupakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah menyampaikan keluh kesah warga Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, terkait masalah sedimentasi saluran irigasi yang mengganggu lahan pertanian.
Keberaniannya justru mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian yang kemudian memberikan bantuan berupa satu unit traktor untuk dimanfaatkan bersama oleh masyarakat setempat.
Laporan : Regina Matika
