1 Februari 2026

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Berbasis Sains, Jawab Isu “Bom Waktu” di Medsos

0
image (1)

JAKARTA – Baraberita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijalankan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Tujuan utama dari OMC adalah untuk melindungi masyarakat di tengah kondisi perubahan iklim yang semakin meningkatkan ancaman cuaca ekstrem.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC menjadi respons paralel terhadap kondisi lingkungan yang mengalami penurunan daya dukung. Selain itu, risiko cuaca ekstrem juga terus meningkat, terutama hujan lebat yang memiliki potensi untuk menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Pernyataan tersebut juga menjadi bentuk tanggapan dari BMKG terhadap narasi yang beredar di media sosial. Beberapa kalangan menyatakan bahwa OMC berisiko menjadi bom waktu, dengan alasan dapat membuat kondisi cuaca tidak stabil, memicu fenomena kolam dingin (cold pool), memindahkan hujan ke wilayah lain, hingga menimbulkan rasa aman palsu bagi masyarakat.

Deputi Tri menjelaskan bahwa fenomena cold pool pada dasarnya merupakan proses meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini selalu terbentuk setiap kali terjadi hujan, baik secara alami maupun ketika dilakukan melalui proses OMC. Tidak ada kaitan khusus antara OMC dengan munculnya cold pool seperti yang dikhawatirkan sebagian kalangan.

Terbentuknya cold pool terjadi akibat proses penguapan air hujan yang jatuh di bawah awan badai. Proses penguapan tersebut menyebabkan udara di sekitarnya menjadi lebih dingin, sehingga menciptakan massa udara yang lebih padat dan akhirnya turun ke arah permukaan bumi.

Menurutnya, anggapan yang mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari OMC merupakan kekeliruan yang tidak sesuai dengan prinsip ilmiah. Hal ini karena teknik penyemaian awan dalam OMC tidak bertujuan untuk menumbuhkan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah terbentuk dan secara alami telah mencapai kondisi jenuh.

“Tujuan OMC murni untuk mitigasi bencana, yakni menambah atau mengurangi curah hujan sesuai kebutuhan pengendalian risiko, bukan memicu ketidakstabilan cuaca,” jelas Deputi Tri pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa secara skala energi, teknologi yang dimiliki manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar seperti yang dikhawatirkan.

Mengenai anggapan bahwa OMC dapat memindahkan hujan ke wilayah lain, Deputi Tri menjelaskan bahwa terdapat dua metode utama yang digunakan dalam pelaksanaannya. Pertama adalah jumping process method dengan cara menyemai awan di wilayah laut agar hujan jatuh sebelum mencapai daratan.

Metode kedua adalah competition method yang bertujuan untuk meluruhkan intensitas awan yang tumbuh di wilayah daratan. Dengan demikian, awan tersebut tidak akan berkembang menjadi awan yang dapat menimbulkan hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana.

Deputi Tri menambahkan bahwa terjadinya banjir tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan saja, melainkan juga sangat bergantung pada kemampuan lingkungan dalam merespons volume air yang turun. Sebagai contoh, hilangnya sekitar 800 situ atau danau resapan di wilayah Jabodetabek sejak tahun 1930-an menjadi salah satu faktor utama penyebab berkurangnya daerah resapan air.

BMKG menekankan bahwa penataan lingkungan tetap menjadi langkah utama dalam menangani permasalahan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Namun demikian, langkah tersebut harus berjalan secara paralel dengan upaya pengendalian curah hujan seperti yang dilakukan melalui OMC.

Ke depan, pihak BMKG akan terus melakukan penguatan kapasitas dalam bidang modifikasi cuaca. Selain itu, perbaikan tata kelola lingkungan juga perlu terus dilakukan secara konsisten untuk dapat menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata dan berdampak pada kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia.

Laporan : Hartono KS.

 

Loading

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *