Optimalkan Digitalisasi, Wamen Nezar Patria Dorong Mahasiswa Selalu Berpikir Kritis
Siaran Pers No. 68/HM/KOMINFO/01/2024
Sabtu, 27 Januari 2024
tentang
Optimalkan Digitalisasi, Wamen Nezar Patria Dorong Mahasiswa Selalu Berpikir Kritis
Digitalisasi telah membuat disrupsi di semua sektor. Salah satu dampak negatif dengan membanjirnya misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, Wakil Menteri Komunkasi dan Informatika Nezar Patria mendorong mahasiswa selalu berpikir kritis terhadap beragam informasi yang beredar di dunia digital. Menurutnya hal itu akan dapat menjadikan setiap orang tidak terjebak dan bisa membedakan informasi yang benar dan palsu di jagad digital.
“Berpikir kritis ini penting sekali. Dengan demikian, penggunaan akal sehat kita itu akan maksimal menghadapi berbagai macam ketidakmenentuan yang terjadi di depan dan juga kita menjadi lebih awas dalam menggunakan piranti digital ini,” ujarnya dalam acara Bedah Buku “Bernalar Sebelum Klik” di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/01/2024).
Wamen Nezar Patria menyatakan bangsa Indonesia saat ini tengah melakukan transformasi digital sebagai bagian dari upaya memajukan bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, generasi muda harus siap dan mumpuni dalam menghadapi perkembangan dunia digital yang pesat.
“Yang paling penting kesiapan generasi muda Indonesia. Garda terdepan sebetulnya, agen perubahan. Apa yang dibutuhkan di sana, generasi muda akan menjadi elemen sosial terpenting buat bangsa kita di tahun 2030 s.d. 2045, masa kita mendapatkan bonus demografi,” tuturnya.
Wamenkominfo mengingatkan teknologi diciptakan untuk membantu manusia dengan mempermudah kerja dan harus diarahkan untuk kemaslahatan manusia.
“Jadi siapkanlah diri kalian, belajar terus dan terbuka pikiran dengan ide-ide baru yang inovatif, kreatif dan selalu berpikir positif,” tandasnya.
Guna mempercepat transformasi digital nasional, Kementerian Kominfo telah meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Digital untuk mendidik masyarakat agar cerdas dalam memanfaatkan ruang digital. Sejak 2017 s.d. akhir 2023, sudah lebih dari 24 juta orang yang terlibat dalam literasi digital.
“Ini programnya cukup masif dan menjadi salah satu program Kementerian Kominfo dalam rangka transformasi digital masyarakat Indonesia. Kita ada goal di 2030 bahkan sampai 2045 Visi Indonesia Digital,” jelas Wamen Nezar Patria.
Kementerian Kominfo berkolaborasi dengan 143 organisasi yang tergabung di Siberkreasi. Wamenkominfo menjelaskan telah menyiapkan empat modul literasi digital sebagai pilar literasi digital yang meliputi kecakapan digital, digital etics, digital culture dan digital safety.
“Sudah teruji selama hampir 5 tahun, jadi 4 hal ini yang coba diajarkan kepada generasi muda dan juga masyarakat umum. Di komunitas, di sekolah itu diajarkan ini dan ini masih terus berlangsung. Tahun ini juga kita coba menjangkau jutaan orang lagi untuk bisa terlibat dalam literasi digital, baik secara offline maupun secara online,” ungkapnya.
Wamen Nezar Patria menyatakan Gerakan Nasional Literasi Digital juga telah berlangsung secara intensif di Jawa dan kini akan dimeratakan ke seluruh penjuru negeri.
“Sumatera, Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur sekarang jadi prioritas literasi digital untuk mengatasi yang namanya digital divide. Ini kita coba atasi dengan satu program di tahun 2024 s/d 2026, paling tidak orientasi ke luar Jawa itu akan lebih besar,” tuturnya.
Dalam acara itu hadir Penulis Buku Bernalar Sebelum Klik Agus Sudibyo, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan Rika Efianti, Wartawan Senior Maspril Aries, Wartawan Senior Hadi Prayogo, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palembang.
Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfo
FB: @kemkominfo
IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id
