BNPT Ungkap 230 Orang Ditangkap Terkait Pendanaan Terorisme Periode 2023-2025
JAKARTA – Baraberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan, pada periode 2023 hingga 2025 sebanyak 230 orang ditangkap karena memberikan pendanaan kepada kelompok teroris.
Direktur Penindakan BNPT Brigjen Pol. Mochamad Rosidi menyampaikan informasi tersebut pada Jum’at (13/02/2026). Menurutnya, di luar kasus pendanaan, sebanyak 362 orang telah disidangkan terkait kegiatan terorisme dengan mayoritas terafiliasi dengan kelompok ISIS.
Selain menangkap pelaku dan menyidangkan kasus terkait terorisme, pihaknya juga berhasil mencegah sebanyak 27 serangan teroris pada periode yang sama.
Dalam pengawasan yang dilakukan, ditemukan sebanyak 11 wanita yang terlibat dalam kegiatan terorisme di Indonesia.
Peran yang diemban oleh para wanita tersebut meliputi menjadi admin grup media sosial, memproduksi konten propaganda, menggalang dana, serta mengkoordinir komunikasi antar anggota kelompok teroris.
BNPT juga mencatat ada 137 pelaku aktif yang menyalahgunakan ruang digital untuk kegiatan terorisme. Dari jumlah tersebut, 32 pelaku terpapar secara daring dan kemudian bergabung dengan jaringan teroris.
Tak hanya itu, sebanyak 17 pelaku lainnya melakukan kegiatan terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan teroris yang sudah ada.
Rosidi menjelaskan, penyalahgunaan ruang digital oleh para teroris terus mengalami perkembangan. Begitu pula dengan pendanaan terorisme yang bersifat adaptif mengikuti perkembangan zaman.
Sampai saat ini telah teridentifikasi 16 kasus pendanaan terorisme yang dilakukan melalui berbagai metode pengumpulan dana, dengan total nilai yang bisa mencapai Rp.5 miliar.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia yang turut hadir dalam diskusi tersebut memberikan catatan penting terkait ancaman terorisme.
Ulta menyatakan, kondisi zero attack atau tidak adanya serangan dari pelaku teroris bukan berarti zero threats atau tidak ada ancaman sama sekali.
“Statistik nol serangan jangan sampai terlena, jika publik terlena oleh angka nol justru di situ lah ancaman sedang dibangun,” jelasnya.
Laporan : Naila Abraara
![]()
