Kasus Pembacokan di Mataram: 10 Orang Diamankan, Termasuk Anak-Anak
Mataram — NTB — Baraberita.com — Polresta Mataram terus mendalami kasus dugaan aksi pembacokan yang terjadi di Jalan Udayana dan Jalan Airlangga, Kota Mataram. Dalam penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian telah menyita dua senjata tajam berupa celurit dan cocor bebek, serta mengamankan 10 orang yang diduga terlibat. Beberapa di antara mereka masih berusia anak-anak.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para orang yang diamankan. Tim juga terus menyisir sejumlah lokasi untuk mencari barang bukti tambahan serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Kami mengamankan dua senjata tajam, dan kami sudah melakukan pemeriksaan serta penggeledahan di beberapa titik. Sampai saat ini tim kami masih bergerak,” ujar Dharma pada Selasa (27/10/2026).
Pemeriksaan terhadap kesepuluh orang yang telah diamankan masih berlangsung secara intensif. Polisi tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah terduga pelaku seiring berjalannya pendalaman perkara ini.
“Sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dimungkinkan ada penambahan pelaku lain, kami masih melakukan pendalaman dan penyisiran,” katanya.
Dharma menegaskan bahwa para terduga pelaku yang telah diamankan diduga berkaitan langsung dengan aksi pembacokan di Jalan Udayana dan Jalan Airlangga. Sementara itu, insiden yang terjadi di Jalan Sriwijaya, tepatnya di depan Epicentrum Mall, dipastikan bukan merupakan tindak pidana pembacokan.
Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang terjatuh dari sepeda motor di lokasi tersebut justru merupakan rekan dari para terduga pelaku yang telah diamankan polisi.
“Kalau yang di depan Epicentrum itu merupakan rekan-rekan dari pelaku yang terjatuh dan bukan tindakan seperti di Jalan Udayana,” jelasnya.
Selain memeriksa para orang yang diamankan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya hubungan kasus ini dengan kelompok geng motor yang sebelumnya pernah menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Penyidik juga sedang menelusuri asal-usul dua senjata tajam yang berhasil disita dari lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana senjata-senjata tersebut dapat digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.
Polresta Mataram terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat. Pihak kepolisian juga memastikan akan memproses hukum seluruh pihak yang terbukti bersalah tanpa terkecuali.
Laporan : Romin Djuma
