13 Oktober 2026

Truk Muatan Pasir Tabrak Pelajar di Pringsewu, Sopir yang Sempat Kabur Menyerahkan Diri

0
IMG_20261013_042448

Pringsewu — LAMPUNG — Baranerita.com — Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan dua pelajar SMP dan melukai sejumlah orang lainnya.

Kecelakaan bermula ketika sebuah truk Fuso bermuatan pasir melaju tak terkendali di jalan menurun di sekitar Jembatan Way Sekampung, lalu menabrak kendaraan yang ada di depannya. Pengemudi truk tersebut sempat meninggalkan lokasi kejadian, namun akhirnya menyerahkan diri beberapa jam kemudian.

Pengemudi truk diketahui bernama Nablan Subari (41), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Dia menyerahkan diri ke Mapolsek Kalirejo sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama.

Nablan kemudian diamankan oleh Tim Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima penyerahan diri pengemudi tersebut dan akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Berdasarkan keterangan awal dari Nablan, dia sedang mengemudikan truk dari wilayah Kalirejo menuju Karawang, Jawa Barat. Saat melintas di jalan menurun menjelang Jembatan Way Sekampung, ia mencoba menurunkan gigi untuk memperlambat kendaraan.

Namun, saat proses perpindahan gigi dilakukan, tuas persneling terlepas dari posisinya. Kondisi ini membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan yang kemudian meluncur ke bawah dengan cepat.

Merasa panik melihat dampak yang ditimbulkan, Nablan meninggalkan lokasi kejadian dan pergi ke arah Kalirejo. Setelah berpikir matang, dia memutuskan untuk datang ke kantor kepolisian dan menyerahkan diri secara sukarela.

Kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan sekaligus. Selain truk Fuso, ada dua mobil penumpang dan dua sepeda motor yang menjadi korban tabrakan.

Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga pelajar SMP menjadi yang paling menderita dampak terberat. Kendaraan tersebut terseret puluhan meter dan mengalami kerusakan parah.

Dua penumpang sepeda motor itu, Maher Zain (13) dan Rayhan Bintang (14), meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka-luka yang sangat serius. Keduanya diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Pengendara sepeda motor lainnya, M Rayhan (14), mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

Kendaraan lain yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Toyota Innova, Mitsubishi Pajero, dan sepeda motor Honda PCX. Pengemudi kedua mobil tersebut dilaporkan tidak mengalami luka-luka yang berarti.

Pengemudi Honda PCX, Novia Arum (36), mengalami luka ringan. Anaknya yang berusia 10 tahun yang ikut di dalam kendaraan tersebut selamat tanpa cedera serius.

Pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari para saksi yang melihat langsung bagaimana peristiwa itu berlangsung. Pemeriksaan terhadap kondisi fisik kendaraan juga sedang dilakukan di tempat yang aman.

Polisi memastikan akan memeriksa kebenaran keterangan mengenai dugaan kerusakan pada sistem persneling truk tersebut. Hasil pengecekan teknis akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab hukum atas peristiwa ini.

Nablan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di kantor Satlantas Polres Pringsewu. Pihak berwenang berkomitmen mengungkap fakta lengkap agar kasus ini dapat diselesaikan secara transparan dan adil bagi semua pihak.

Laporan : Rosi Naswa Putri

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!