28 Oktober 2026

Peran Dua Kombes Polda NTT Bisa Bertemunya Nono Anak Genius Asal NTT Dengan Menteri Koordinator PMK RI Profesor Pratikno

0
1753305259601
Nono berbincang-bincang dengan Menteri Koordinator PMK Profesor Pratikno

Kupang – NTT – Baraberita.com – Peran penting orang-orang yang bisa mewujudkan keinginan menteri Koordinator PMK Profesor Pratikno untuk mengadopsi Nono anak genius dari Kupang NTT,
Kronologisnya awal Arimin J. Wumu staf Redaksi Baraberita.com ditelepon Mayjen TNI Luthfie Beta, S.Sos.,M.Si. (Stafsus Menko PMK-RI).

Pertengahan Juni lalu Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta minta bantuan Arimin (sapaan akrabnya Imin) untuk mencarikan nomor orang tua Nono, anak genius dari Kupang NTT, kemudian Imin bertanya, ” Ijin Jendral, tujuan minta nomor orang tua Nono untuk apa ? Jendral Luthfie menjawab bahwa bapak Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK RI) Profesor Pratikno, ingin bertemu Nono dan orang tuanya, dan Imin menjawabnya siap, segera Jendral !

Saat itu hari Minggu, dalam pikiran Arimin kalau menelpon wartawan perwakilan Baraberita.com NTT, Melkyanus Rearaja tidak mungkin karena orang-orang pasti sedang ke gereja, jalan satu-satunya Arimin menghubungi Kombes Aria Sandy, Kabid Humas Polda NTT, Alhamdulillah Kombes Aria Sandy merespon dan menjawab siap segera saya Carikan nomor dimaksud, mohon waktu beberapa saat, menurut Kombes Aria Sandy, saya minta bantu Kabid Humas Polda NTT yang baru Kombes Pol. Henry Novika Chandra, SIK., M.H, berhubung Kombes Aria Sandy sudah pindah ke Polda Bali, dan memberikan nomor WhatsApp Kombes Hendry.

Nono bersama Profesor Pratikno Menteri Koordinator PMK RI

Hanya butuh waktu 2 menit Kombes Hendry merespon chat WhatsApp Arimin, dan menjawab siap, karena saat itu Kombes Hendry dalam perjalanan tugas ke luar daerah, minta Arimin sabar menunggu, dan tidak sampai 8 menit nomor ibunya Nono sudah dapat, dan saat itu juga nomor tersebut diteruskan ke Mayjend TNI Mochammad Luthfie Beta, dan Mayjend Luthfie minta Arimin untuk menghubungi duluan orang tua Nono.

Sekira pukul 13.12 WITA Arimin menghubungi orang tua Nono, menyampaikan bahwa Mayjend Luthfie ingin bincang-bincang dengan orang tua Nono dan Nono, terjadi pembicaraan singkat karena Nono saat itu tidak ada sedang mengikuti pelatihan di Jakarta, ibunya menjanjikan kalau ada libur pelatihan segera mengabari Jendral Luthfie, yang Alhamdulillah pertemuan tersebut bisa terlaksana pada tanggal 21 Juli 2025.

Itulah cerita singkat peran penting Kombes Aria Sandy dan Kombes Hendry Chandra, ada cerita menarik dari Kombes Hendry Chandra bahwa Menteri Koordinator PMK Profesor Pratikno adalah tetangga Kombes Hendry Chandra. Harapan kedepannya Nono lebih berprestasi dalam bidang ilmu yang dia minati saat ini. Berikut profil singkat Nono anak genius dari Kupang NTT !

Nono dan Ibunya Nuryati bersama Menteri Koordinator PMK RI Profesor Pratikno

Nono, Sang Juara Dunia Matematika dari Kupang

Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang lebih dikenal dengan nama Nono, adalah seorang murid SD Inpres Buraen II, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia telah membuktikan dirinya sebagai juara pertama dalam kompetisi matematika tingkat internasional, International Abacus World Competition.

– Nama Lengkap: Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay
– Usia: Lahir pada 2 April 2015
– Asal: Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
– Sekolah: Siswa kelas 4 SD Inpres Buraen II
– Prestasi: Juara 1 International Abacus World Competition 2022 dan beberapa prestasi rangking satu tingkat nasional, terbaru Nono rangking satu Coding tingkat SMP, SMA yang diadakan di Jakarta pada Juli 2025, walaupun dia masih SD namun bisa mengalahkan pelajar SMP dan SMA.

Keahlian dan Motivasi:

Nono memiliki keahlian luar biasa dalam berhitung, termasuk perkalian, penjumlahan, dan pembagian, bahkan dalam pecahan puluhan. Ia memiliki semangat belajar yang tinggi dan didorong oleh keingintahuannya. Meskipun berasal dari keluarga sederhana, Nono tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-citanya.

Keluarga dan Kehidupan Awal:

Ayah Nono bekerja serabutan, dulunya kuli bangunan, dan ibunya Nuryati Ussanak Seran  guru kontrak. Nono sudah lancar berbicara sejak usia satu tahun, dan pada usia 5 tahun sudah bisa membaca serta mengikuti kursus bahasa Inggris. Ayahnya, Rafli Meo Tnunay, berperan penting dalam mendukung pendidikan Nono, termasuk membimbing dan mengajarinya berhitung.

Fakta Menarik:

Nono menolak beberapa hadiah yang ditawarkan kepadanya, termasuk laptop dari Menteri Pendidikan dan mobil dari Astra. Ia membuktikan bahwa dirinya tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang luar biasa, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan tidak terpengaruh oleh godaan materi.

Dengan prestasinya yang gemilang, Nono telah membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dan dapat bersaing di tingkat internasional. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar dan mengejar cita-citanya.

Laporan : Monica Teguh 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!