13 Agustus 2026

76 Unit Starlink Polri Hubungkan Warga Bencana Sumatera-Aceh: Setiap Pesan adalah Penguat Mental

0
image (2)

JAKARTA – Baraberita.com – Di tengah jalan yang tertutup lumpur, jembatan patah, dan desa-desa yang terisolasi total, Polri setiap hari menerobos medan sulit. Tujuannya satu: memastikan masyarakat bisa segera memberi kabar kepada keluarganya bahwa mereka selamat.

Per 6 Desember 2025, Polri telah menempatkan 76 unit Starlink di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Jaringan internet satelit ini menjadi tumpuan utama warga yang selama berhari-hari kehilangan sinyal dan akses komunikasi.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa percepatan pemasangan Starlink adalah bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan Transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

“Setiap menit sangat berarti bagi warga di lokasi bencana. Polri memastikan masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga mereka, karena ketenangan itu penting untuk pemulihan. Kami hadir untuk membuka jalur komunikasi yang sempat terputus total,” ujar Irjen Sandi pada Sabtu (06/12/2025).

Jaringan yang kembali menyala tak hanya menghubungkan perangkat, tetapi juga menghubungkan harapan. Di Masjid Raya Baing Nag Batipuh Selatan, tenda pengungsian Polres Agam, dan Pos Pengungsian SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, suasana haru terjadi berulang kali.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika seorang ibu di pengungsian akhirnya bisa menghubungi anaknya di Medan. Saat ditanya personel DivTIK, ia menjawab sambil tersenyum dan mata berkaca-kaca: “Sama anak saya… Alhamdulillah, sudah bisa terhubung lagi.”

Irjen Sandi menjelaskan bahwa layanan Starlink untuk masyarakat diberikan 100 persen gratis. Akses internet ini juga membantu mempercepat penyampaian informasi lapangan kepada pemerintah dan tim penanganan bencana.

“Begitu Starlink menyala, warga dapat langsung mengabarkan kondisi mereka. Informasi yang cepat dan akurat sangat menentukan langkah penanganan darurat, sehingga pemasangan kami prioritaskan di titik-titik yang gelap sinyal,” tegasnya.

Upaya pemasangan penuh tantangan: personel harus berjalan kaki menembus longsor, memanggul perangkat secara manual, dan memasang antena di lokasi yang tak bisa dijangkau kendaraan. Semua dilakukan agar jalur komunikasi kembali hidup, karena setiap pesan yang terkirim adalah penguat mental pengungsi.

Menutup keterangannya, Irjen Sandi kembali menegaskan komitmen Polri: “Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Setiap Starlink yang terpasang adalah jembatan harapan, dan kami akan terus bekerja sampai seluruh kebutuhan komunikasi dan bantuan benar-benar pulih.”

Laporan : Tanto Ribowo 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!