14 September 2026

165 UMKM Ramaikan HARFEST 2026, BI Dorong Penguatan Ekonomi Gorontalo

0
Gorontalo – Sebanyak 165 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 yang digelar di kawasan Gorontalo Convention Center (GPCC), Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan peningkatan jumlah UMKM yang terlibat menunjukkan semakin luasnya ruang yang tersedia bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk sekaligus memperluas akses pasar.
“Pada HARFEST 2026 ini terjadi peningkatan jumlah UMKM yang terlibat. Kalau di tahun lalu ada 135 UMKM yang ada di sekitar GPCC ini, sekarang kami hadirkan 165 UMKM,” kata Bambang dalam sambutannya pada HARFEST 2026, Jumat (11/9).
Menurut Bambang, jumlah tersebut belum termasuk UMKM yang berada di kawasan Jalan Andalas yang turut terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi dari pelaksanaan HARFEST 2026.
Ia mengatakan HARFEST yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh terus berkembang. Kegiatan yang pada awalnya hanya menjadi ajang showcase produk UMKM kini diperluas dengan berbagai kegiatan yang mencakup ekonomi kreatif, pariwisata, kuliner, karnaval, inovasi produk, digitalisasi, hingga pelestarian budaya daerah.
Bambang menegaskan ukuran keberhasilan penyelenggaraan HARFEST tidak hanya dilihat dari jumlah UMKM yang berpartisipasi, tetapi terutama dari manfaat ekonomi yang diterima pelaku usaha.
“Ukuran keberhasilan dalam suatu kegiatan tentu saja bagi kami adalah bagaimana kegiatan ini bisa dimanfaatkan UMKM,” ujarnya.
Untuk memperluas manfaat tersebut, BI Provinsi Gorontalo menyiapkan kegiatan business matching yang mempertemukan UMKM dengan pembeli dari dalam maupun luar Gorontalo.
Selain akses pasar, business matching juga diarahkan untuk mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan. BI bekerja sama dengan perbankan dan Pegadaian untuk membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan dukungan modal untuk mengembangkan bisnis.
Bambang berharap kegiatan tersebut dapat mendorong UMKM tidak hanya meningkatkan penjualan selama festival, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan calon pembeli maupun mitra pembiayaan.
Ia mengatakan HARFEST 2026 juga menjadi ruang untuk mendorong inovasi produk lokal Gorontalo, termasuk wastra, kuliner, dan kerajinan yang memiliki nilai budaya.
Salah satu perkembangan yang disorot adalah kopi Liberika Gorontalo yang telah masuk kategori specialty coffee dan mulai menembus pasar Jepang. Hal tersebut, menurut Bambang, menunjukkan peluang produk lokal untuk berkembang dari pasar daerah menuju pasar internasional.
“Kami berharap apa yang kita lakukan selama tiga hari ini benar-benar akan berdampak pada perekonomian Gorontalo, khususnya bagaimana kita mendorong UMKM sebagai lokomotif perekonomian di Gorontalo,” kata Bambang.
HARFEST 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas, Menyulam Warisan, Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo” dan menjadi bagian dari upaya kolaboratif BI, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dekranasda, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM daerah.
follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!