Presiden Prabowo Perintahkan Sejumlah Kementerian dan Lembaga Bangun Hunian Warga Pinggir Rel Senen
JAKARTA – Baraberita.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang tinggal di pinggir rel kereta api. Sebelumnya, Presiden telah melakukan kunjungan untuk meninjau langsung kondisi permukiman di sekitar jalur rel kawasan Senen, Jakarta.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa perintah tersebut ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Perum Perumnas, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta pejabat terkait lainnya. Tugas mereka tidak hanya membangun rumah hunian, namun juga menyediakan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Pengembangan hunian dan fasilitas baru telah memasuki tahap gerak cepat. “Hari ini juga tim sudah bergerak untuk proses pembangunan hunian dan MCK baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka,” ujar Seskab Teddy pada hari Jum’at (27/03/2026).
Lokasi pemilihan untuk pembangunan baru dipastikan tidak akan menjauhkan warga dari wilayah asal mereka. Hal ini diharapkan dapat memudahkan aktivitas sehari-hari serta menjaga hubungan sosial yang telah terjalin antarwarga.
Selama kunjungan lapangan, Presiden Prabowo mendengar langsung keluhan dari para warga. Mereka menyampaikan bahwa telah berdiam di pinggiran rel kereta api tersebut selama puluhan tahun. Kondisi hunian yang mereka tempati saat ini terbatas, termasuk keterbatasan pada bagian atap bangunan.
Kondisi hunian yang tidak layak menjadi perhatian utama Presiden. Selain struktur bangunan yang terbatas, akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi masalah yang perlu segera diatasi.
“Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” jelas Teddy Indra Wijaya. Prioritas utama adalah memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang aman dan memenuhi standar kesehatan.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi risiko bahaya yang mungkin terjadi akibat tinggal di dekat jalur kereta api yang aktif. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani perumahan rakyat dan pembangunan kawasan permukiman yang layak.
Laporan : Naila Abraara
