27 Februari 2021

Pemkab Bantah Tak Pernah Anggaran dan Ajukan Jalan di 7 Desa

Bupati Tanah Paser, H. Yusriansyah Syarkawi

TANA PASER, BARABERITA.COM Rabu 28/03/2018  Jika masih ada yang mengatakan Pemkab Paser tidak pernah punya perhatian  terkait jalan –jalan desa. Bahkan selama ini menutup mata kerusakan  jalan yang selama ini menjadi jalan poros warga menuju ibu kota kabupaten, itu sangat tidak beralasan.

Bahkan, disebut-sebut Pemkab Paser selama ini tidak pernah mengalokasikan angaran terkait perawatan dan perbaikan jalan di tujuh desa yakni Desa Kepala Telake, Muara Lambakan, Perkuen dan Desa Pinang Jatus di Kecamatan Long Kali serta Desa Belimbing , Tiwei dan Long Gelang di Kecamatan Long Ikis.

Terkait tuduhan tersebut, Pemkab Paser membatah. Bahkan melalui anggaran tahun 2018, sejumlah jalan desa di wilayah tersebut yakni Jalan desa Perkuen, Lambakan, Telake telah dianggarkan Rp3,5 Miliar. Selanjutnya jalan poros desa Muara Telake sebesar Rp1 miliar.

Tidak itu saja menurut Kasubag Sarana Prasarana Bagian Ekonomi Setda Paser M Saukani, untuk jalan Belimbing, peningkatan Jalan Long Kali, Rantau Buta, Belimbing, Dekoy, Sebakung dan Muara Adang, melalui multi yers 4 tahun , telah dianggaran Rp4,5 miliar.

Bupati Paser H. Yusriansyah Syarkawi saat rapat koordinasi perangkat daerah baru-baru ini mengatakan, pemerintah daerah tidak pernah menutup mata bahwasanya masih cukup banyak sarana jalan desa dalam kondisi rusak, dan kerusakan tersebut harus segera ditangani karena merupakan jalan yang selama ini menjadi jalur satu-satunya masyarakat desa untuk menuju ibu kota Kecamatan dan Kabupaten.

“Kita tidak menutup mata bahwasanya masih cukup banyak jalan yang belum tertangani. Yang jelas Pemkab Paser terus berupaya untuk dapat meningkatkan jumlah anggaran guna perbaikan atau pembangunan jalan, sehingga diharapkan semua jalan diwilayah Kabupaten Paser dalam kondisi baik,” katanya.

Selama ini lanjut Bupati, banyaknya jalan yang belum tertangani yang dikeluhkan oleh masyarakat adalah kecilnya ketersedian anggaran. “Ketersedian sarana jalan yang memadai tidak hanya untuk wilayah perkotaan saja, tetapi juga didaerah pedesaan. Pemkab sangat menyadari bahwasanya sarana jalan yang memadai memiliki peran pentimg dalam menopang aktifitas masyarakat termasuk kelancaran perekonomian. Ketika jalan rusak, maka aktifitas masyarakat akan menjadi kurang lancar,” ucanya.

Menanggapi adanya anggapan jika selama ini Pemkab Paser tidak pernah mengusulkan jalan desa untuk pemeliharaan maupun perbaikan baik melalui alokasi anggaran provinsi maupun APBN, di bantah oleh Bupati.

“Tuduhan itu tidak benar. Pengusulan ke provinsi maupun ke pusat oleh Dinas PU selalu saya tandatangani. Mengingat keterbatasan dana APBD kita. Sementara pembangunan desa perlu disentuh diantaranya yang paling urgen saat ini perbaikan jalan desa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kita dan itu selalu kita carikan jalan untuk mendapatkan anggaran, baik APBD Provinsi, APBN dan termasuk peran perusahaan melalui dana CSR,” ucap Bupati.

Seperti diwartakan melalui koran Kaltim tanggal 12 Maret 2018, tujuh kepala desa, perangkat desa dan tokoh masyarakat Long Kali dan Long Ikis mengunjungi DPRD Kaltim untuk menyampaikan aspirasi dan usulan terkait jalan rusak di desa mereka.Kedatangan rombongan yang diterima daerah pemilihan Paser.

Kepala desa, tokoh masyarakat yang dipimpin Ketua Aparatur Pengurus Desa Seluruh Indonesia ( Apdesi) wilayah Paser ini berharap segera adanya perbaikan jalan ditujuh desa tersebut melalui APBD perubahan 2018 dan APBD murni 2019. Pasalnya, sudah sembilan tahun belakangan ini tidak ada perawatan maupun perbaikan jalan di desa tersebut (humas)

Editor : Evan R.S. Lintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *