Kegiatan Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme: 70 Peserta Ikuti Koordinasi di Jakarta
Bogor – JABAR – Baraberita.com -Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan menjadi narasumber dalam kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kapasitas: Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme bagi Perwakilan K/L & Pemda DKI, Banten & Jabar. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan pemerintah daerah serta Kementerian & Lembaga agar secara optimal bersama dalam mencegah dan menangani anak yang terpapar paham radikal – jaringan terorisme,” ujar Kombespol Mohammad Dofir,, S.Ag,, SH., MH, Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT.
Dalam kegiatan ini, Direktorat Pencegahan menjelaskan kondisi terbaru keterpaparan anak di media sosial, termasuk bagaimana konten-konten radikal mulai menyasar anak serta contoh pola ajakan yang ditemukan di lapangan. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak dalam menggunakan media sosial.
“Kami menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama Dinas PPPA, UPTD PPA, dan layanan terkait, agar penanganan anak terpapar bisa cepat dan tepat,” tambah Kombespol Mohammad Dofir. Kerjasama ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari penyebaran paham radikal.
Kegiatan ini juga mengajak semua pihak memperkuat edukasi untuk keluarga dan sekolah, terutama soal pendampingan anak, penggunaan media sosial yang aman, serta nilai kebangsaan untuk mencegah masuknya pengaruh kelompok teror. Edukasi ini penting untuk membentuk kesadaran anak akan bahaya radikalisme.
Densus 88 AT Polri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan terorisme, khususnya dalam melindungi anak-anak dari pengaruh radikal. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berperan penting dalam penanganan anak terpapar radikalisme. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dalam menangani isu ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Densus 88 AT Polri dalam mencegah terorisme. Pencegahan dini melalui edukasi dan koordinasi menjadi kunci utama dalam melawan penyebaran paham radikal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya radikalisme dan terorisme. Kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Densus 88 AT Polri akan terus berupaya meningkatkan koordinasi dan kapasitas dalam melindungi anak-anak dari jaringan terorisme. Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh radikal.
Laporan : Mohammad Yunus
