Gempa Bumi Guncang Bima, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara Hari Ini
JAKARTA – Baraberita.com – Wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempa bumi tektonik berpotensi menengah pada Kamis (29/01/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 4,6 dan tidak berpotensi tsunami.
Episentrum gempa berada pada koordinat 8,75 derajat lintang selatan dan 118,43 derajat bujur timur, tepatnya di darat sekitar 45 kilometer tenggara Bima dengan kedalaman 128 kilometer. Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan gempa disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia atau intra-slab earthquake dengan mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).
Getaran gempa dirasakan masyarakat di Kabupaten Bima dan Kota Bima dengan intensitas III MMI, serta di Kabupaten Sumbawa pada skala II hingga III MMI. Warga melaporkan getaran nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas. Hingga pukul 03.48 WITA, belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa, dan tidak ditemukan aktivitas gempa susulan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu tidak bertanggungjawab, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Di Jawa Timur, wilayah Pacitan dan Ponorogo juga diguncang dua kali gempa bumi pada pagi hari yang sama. Berdasarkan data BMKG, kedua gempa memiliki magnitudo 2,4 dan terjadi dalam rentang waktu kurang dari satu jam.
Gempa pertama terjadi pada pukul 07.31.57 WIB dengan episentrum di sekitar 22 kilometer barat daya Ponorogo, kedalaman 97 kilometer. Selang sekitar 20 menit kemudian, gempa kedua terjadi pada pukul 07.52.42 WIB dengan pusat di 101 kilometer tenggara Pacitan, kedalaman 30 kilometer.
Keduanya tergolong gempa dengan intensitas kecil yang hanya dirasakan lemah oleh sebagian warga. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, dan BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami. Wilayah selatan Jawa Timur dikenal rawan aktivitas seismik karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik.
Selain itu, Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan juga dilanda gempa bumi pada pukul 11.19.03 WIB (12.19.03 WITA). Gempa tersebut memiliki magnitudo 1,7 dengan kedalaman dangkal 3 kilometer dan episentrum sekitar 13 kilometer utara Maros. Ahli Madya B BMKG Wilayah IV Makassar, Dr Muh. Karna En, menjelaskan gempa termasuk kategori kecil yang tidak dirasakan oleh masyarakat dan disebabkan oleh pergerakan sesar aktif di kawasan Maros.
Di Sulawesi Utara, wilayah Bitung diguncang gempa bumi bermagnitudo 3,1 pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 06.03.43 WIB. Episentrum berada di 1,45 lintang utara dan 126,32 bujur timur, tepatnya 133 kilometer timur laut Bitung dengan kedalaman 32 kilometer di bawah permukaan laut. Selain itu, pada hari yang sama sekitar pukul 06.43.59 WIB, Tahuna di Kepulauan Sangihe juga dilanda gempa bermagnitudo 4,8 dengan episentrum di 345 kilometer barat laut Tahuna dan kedalaman 10 kilometer. Kedua gempa di Sulawesi Utara tidak berpotensi tsunami.
BMKG mengingatkan masyarakat di seluruh wilayah yang mengalami gempa untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, menjaga kesiapsiagaan, dan menghindari area yang berpotensi berbahaya akibat guncangan gempa.
Laporan : Virginia D. Malalantang
![]()
