23 Juni 2026

Banjir Bandang Melanda Kecamatan Tana Tompea Donggala, Beberapa Desa Terdampak Parah

0
Oplus_131072

Oplus_131072

Donggala – SULTENG – Baraberita.com – Banjir bandang melanda Kecamatan Tana Tompea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Minggu (11/12/2026). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.45 WITA setelah hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 3 jam berturut-turut.

Desa-desa yang terdampak secara langsung adalah Desa Wani Satu (Wani I), Desa Wani Dua (Wani II), Desa Wani Tiga (Wani III), Desa Wani Lumbumpetigo, Desa Nupa Bomba, Desa Wombo, Desa Guntarano, Desa Bale, Desa Wombo Kalonggo, dan Desa Wombo Mpanau (Panau).

Daerah terparah adalah Desa Wani Dua (Wani II), Desa Wani Lumbumpetigo, dan Desa Nupa Bomba. Ketiga desa ini terletak di sepanjang aliran Sungai Tana Tompea yang meluap dengan sangat cepat, menyebabkan sebagian besar permukiman warga terendam dan beberapa bangunan terbawa arus.

Ketinggian air banjir bandang di wilayah terdampak bervariasi. Di daerah terparah, ketinggian air mencapai hingga 3 meter, sedangkan di desa lain seperti Wani Satu (Wani I), Wani Tiga (Wani III), dan Desa Bale berkisar antara 1,5 hingga 2 meter.

Sebanyak 4 jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan berat. Jembatan penghubung Desa Wani Dua (Wani II) dengan Desa Wani Lumbumpetigo putus total, sementara jembatan menuju Desa Nupa Bomba, Desa Wombo Kalonggo, dan Desa Wombo Mpanau (Panau) mengalami kerusakan pada struktur rangka utama.

Fasilitas pendidikan yang rusak meliputi Sekolah Dasar Negeri Wani Satu, Sekolah Dasar Negeri Wani Tiga, dan Madrasah Ibtidaiyah Desa Guntarano. Semua fasilitas tersebut mengalami genangan air hingga ketinggian 1,2 meter, dengan kerusakan pada atap, jendela, dan peralatan belajar.

Puskesmas Kecamatan Tana Tompea serta Posyandu Desa Wani Lumbumpetigo dan Desa Bale mengalami kerusakan signifikan. Beberapa ruangan pemeriksaan pasien terendam air, peralatan medis seperti alat ukur tekanan darah dan lemari obat mengalami kerusakan akibat kontak dengan air.

Infrastruktur jaringan listrik mengalami gangguan parah. Sebanyak 6 tiang pancang listrik roboh di Desa Wani Dua (Wani II), Desa Nupa Bomba, dan Desa Wombo Mpanau (Panau), menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kecamatan selama lebih dari 18 jam pasca kejadian.

Saluran irigasi pertanian yang melayani lahan di Desa Wombo, Desa Guntarano, dan Desa Wombo Kalonggo roboh di beberapa bagian. Lebih dari 350 hektar lahan sawah dan kebun kopi serta cacao tergenang air dan sebagian tanaman hancur total.

Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Tana Tompea dengan pusat kabupaten mengalami longsor dan tergenang air di beberapa titik, khususnya di wilayah Desa Bale dan Desa Guntarano. Hal ini menyebabkan akses kendaraan darat terhambat selama beberapa jam.

Tim SAR dari BPBD Kabupaten Donggala bersama dengan aparatur desa dan sukarelawan masyarakat melakukan evakuasi warga terdampak. Sebanyak 420 keluarga atau sekitar 1.680 jiwa ditempatkan di tempat penampungan sementara yang disiapkan di Gedung Serbaguna Kecamatan Tana Tompea dan Balai Desa Wani Satu.

Penyebab utama banjir bandang adalah debit Sungai Tana Tompea yang melampaui kapasitas akibat hujan deras serta akumulasi puing-puing dan sampah yang menyumbat aliran sungai. Tim penanganan bencana sedang melakukan pembersihan saluran sungai dan evaluasi kerusakan untuk menyusun rencana pemulihan infrastruktur dan bantuan bagi korban.

Laporan : Bambang Hermanto 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!