Malam Takbiran dan Shalat Id di Bali Berjalan Lancar, Polda Pastikan Aman dan Tertib
JAKARTA -Baraberita.com – Pelaksanaan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di Provinsi Bali dilakukan dengan memperhatikan kondisi khusus karena berdekatan dengan rangkaian hari raya Nyepi tahun baru Caka 1948. Polda Bali telah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, tokoh agama, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kegiatan berjalan dengan saling menghargai. Sebanyak 308 titik pelaksanaan takbiran telah diidentifikasi di seluruh Bali, dengan penerapan sejumlah pembatasan guna menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan takbiran di Bali dilaksanakan dengan prinsip sederhana dan moderasi beragama. Sesuai arahan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Aditya Jaya, pelaksanaan takbiran dilakukan hanya di masjid atau musala terdekat dengan cara berjalan kaki, tanpa pawai kendaraan, petasan, maupun penggunaan pengeras suara yang berlebihan. Waktu pelaksanaan juga dibatasi pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA agar tidak mengganggu rangkaian perayaan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Aria Sandy, menyampaikan bahwa pengamanan malam takbiran telah disiapkan secara matang oleh jajaran kepolisian bersama aparat terkait. “Kami telah menempatkan personel di seluruh titik pelaksanaan takbiran serta melakukan koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa situasi ketertiban umum dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di seluruh Bali selama malam takbiran tetap terjaga dengan baik.
Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Turmudi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah jalur strategis selama periode malam takbiran dan menjelang shalat Idul Fitri. “Kami telah mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta akses menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai dengan menempatkan personel dan melakukan patroli berkala,” katanya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif jika terjadi kemacetan dan selalu mengutamakan keselamatan berkendara.
Pada sisi pelaksanaan shalat Idul Fitri, terdapat perbedaan waktu pelaksanaan antara sebagian umat Islam dengan penetapan pemerintah pusat. Masyarakat Muhammadiyah di Bali melaksanakan salat Idul Fitri pada Jum’at (20/03/2026) pagi, sekitar satu jam setelah Nyepi berakhir pukul 06.00 WITA, sementara pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama.
Ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanakan salat Id di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, dengan suasana yang khidmat dan tertib. Selain itu, terdapat 10 titik pelaksanaan lainnya yang tersebar di Bali, antara lain di Musala KH Ahmad Dahlan Jalan Pulau Batanta dan SD 1 Muhammadiyah Pemecutan di Denpasar. Cuaca di seluruh lokasi pelaksanaan salat Id terpantau cerah berawan, sehingga tidak mengganggu kelancaran ibadah.
Ustaz H Sya’ban sebagai khatib di Lapangan Niti Mandala Renon menyampaikan khotbah yang mengajak jemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah setelah bulan Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta kerukunan dengan sesama masyarakat Bali dari berbagai latar belakang agama. “Walaupun berbeda dalam penetapan hari raya, kami tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan semua pihak,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri sesuai dengan penetapan pemerintah pada 21 Maret 2026, Polda Bali telah menyiapkan pengamanan di seluruh titik lokasi yang telah ditentukan. Personel kepolisian akan ditempatkan di masjid, musala, dan lapangan-lapangan yang digunakan sebagai tempat salat Id untuk menjaga ketertiban dan membantu kelancaran kegiatan ibadah.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Aria Sandy, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan malam takbiran dan shalat Idul Fitri di Bali tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat. “Kami mengapresiasi kerjasama yang terjalin serta kesadaran masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan penuh rasa tanggung jawab dan menghargai perbedaan,” ucapnya.
Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Turmudi juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi kondisi lalu lintas pasca shalat Idul Fitri, terutama terkait arus balik masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau kunjungan wisata. “Kami telah mempersiapkan rencana pengelolaan lalu lintas yang komprehensif dan akan terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti aturan lalu lintas serta memanfaatkan informasi lalu lintas yang disebarkan secara berkala,” tutupnya.
Laporan : Agus Jumantono
