1 Mei 2026

283 Taruna Akpol Berangkat ke Aceh Tamiang untuk Bantu Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana dalam Latsitarda Nusantara 2026

0
IMG-20260117-WA0010_621378

Semarang – JATENG – Baraberita.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah yang terdampak bencana alam. Langkah ini diwujudkan melalui keikutsertaan taruna Akademi Kepolisian dalam kegiatan pengabdian masyarakat skala nasional.

Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita resmi diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembekalan bagi calon perwira kepolisian.

Ratusan taruna Akpol tersebut akan bergabung bersama taruna dan kadet dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat akan difokuskan di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama berada di Kabupaten Aceh Tamiang.

Keikutsertaan Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pascabencana. Selain itu, ini juga menjadi implementasi nyata peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penugasan taruna dalam Latsitarda Nusantara menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Keikutsertaan 283 Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana. Para taruna akan terjun langsung membantu kegiatan pemulihan di Aceh Tamiang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting dalam pembentukan karakter calon perwira Polri. Hal ini bertujuan agar mereka semakin peka dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang ada di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Inilah nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada calon pemimpin Polri di masa depan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, para Taruna Akpol akan terlibat langsung dalam berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat yang nyata bagi warga setempat.

Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan bahwa para taruna akan melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana. Selain itu, mereka juga akan membantu membersihkan lingkungan permukiman yang terdampak.

“Mereka akan terlibat dalam kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, para taruna juga akan membantu membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur lainnya, serta kantor-kantor kepolisian yang terdampak bencana banjir agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pemulihan kondisi masyarakat.

“Peran aktif para taruna ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana. Ini adalah wujud nyata bakti Polri untuk negeri,” lanjut Karopenmas Divhumas Polri.

Pemberangkatan para Taruna Akpol diawali dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026. Upacara tersebut dipimpin oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, pada hari Sabtu (17/01/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri. Juga hadir para pimpinan lembaga pendidikan kedinasan, serta pejabat TNI-Polri wilayah Jawa Tengah, termasuk Wakapolda Jawa Tengah.

Selain Taruna Akpol, kegiatan ini juga diikuti oleh taruna dan kadet dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan (Unhan). Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 1.456 orang.

Selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak tanggal 17 Januari hingga 17 Februari 2026, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi bencana. Kegiatan mencakup pekerjaan fisik maupun program nonfisik sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

Usai upacara pembukaan, para taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga KRI tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya bergerak ke lokasi penugasan di Aceh Tamiang.

Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini, Polri berharap para Taruna Akpol mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh semangat pengabdian, soliditas, dan kemanunggalan antara Polri dengan rakyat Indonesia.

Laporan : Jeinita Claudia Senewe 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!