10 Juni 2026

Kemenkes Kirim Ratusan Relawan Kesehatan ke Sumatra, Fokus pada Aceh dengan Dampak Terbesar

0
image

JAKARTA – Baraberita.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pelepasan relawan dilakukan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, dr. Yuli Farianti, di Terminal 3 Gate 5 Bandara Soekarno-Hatta.

“Fokus penugasan kita saat ini di Aceh karena dampaknya paling besar,” ujar dr. Yuli Farianti pada Sabtu (20/12/2025).
Selanjutnya, penugasan akan dilanjutkan ke Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Ratusan relawan yang diberangkatkan berasal dari lintas profesi, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, dokter anak, hingga dokter umum. Selain dokter, relawan juga termasuk perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, dan epidemiolog.

Tim juga meliputi psikolog klinis dan psikiater yang difokuskan untuk layanan trauma healing. Khususnya, layanan psikososial ditujukan bagi penyintas di posko pengungsian.

Para relawan akan ditempatkan di rumah sakit, puskesmas, serta posko pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Pengiriman tenaga kesehatan ini sebagai bentuk pelayanan darurat bagi masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang telah dimulai sejak hari ketiga pascabencana.

“Kini kami lakukan koordinasi terpusat agar distribusi tenaga kesehatan lebih merata, tidak boleh ada daerah kelebihan atau kekurangan,” jelas dr. Yuli.

Pada tahap ini, sebanyak 126 relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Bener Meriah, Takengon, Aceh Utara, Gayo Lues, termasuk daerah yang hanya dapat dijangkau berjalan kaki.

Sebelumnya, 70 relawan telah bertugas di Aceh dan Medan, dengan rencana pengiriman tambahan 207 relawan pada tahap berikutnya dan 87 relawan selanjutnya.

Dokter spesialis mata dari RS Cicendo Bandung, Dr. Chani Sinaro Putra, memastikan kesiapan tim menghadapi tantangan, dengan persiapan fisik dan mental serta pengetahuan tentang kondisi medan dan masyarakat.

Tim telah mengantisipasi potensi masalah kesehatan pascabencana, dengan harapan persiapan ini bermanfaat dan mendukung tenaga kesehatan yang sudah ada di lapangan.

Laporan : Jeinita Claudia Senewe 

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!