ZA (51) Hilang di Pinggir Sungai Pawing, Warga Tanah Grogot Ditemukan Meninggal Dunia
Paser — KALTIM — Baraberita.com — Polsek Paser Belengkong menerima laporan dugaan orang hilang di pinggir Sungai Pawing, RT 009 Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Paser Belengkong, pada Kamis (01/10/2026) sekira pukul 17.00 Wita.
Kapolres Paser AKBP Sofyan, melalui Kapolsek Paser Belengkong IPTU Widodo, menyatakan korban berinisial ZA (51), beragama Islam, bekerja sebagai petani, dan beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto, RT 015 RW 002 Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Kejadian bermula pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekira pukul 08.00 Wita, saat korban berangkat bersama delapan orang teman dan kerabat menggunakan perahu ketinting dari Sungai Kandilo, Desa Suatang Keteban, Kecamatan Paser Belengkong. Tujuan rombongan adalah mengecek lahan di pinggir Sungai Pawing, RT 009 Desa Pasir Belengkong.
Sekira pukul 12.00 Wita, setelah selesai memeriksa lokasi, rombongan hendak kembali ke perahu. Ketika semua berkumpul, korban diketahui tidak ada di antara mereka.
Teman serta kerabat korban segera melakukan pencarian di sepanjang jalur yang dilalui, namun hasilnya nihil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Paser Belengkong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Paser Belengkong bergerak cepat bersama Tim SAR BPBD Kabupaten Paser, Koramil 0904-02/PB, keluarga, dan warga sekitar untuk melakukan pencarian secara intensif di lokasi kejadian.
Pencarian berlanjut hingga Jumat (02/10/2026) sekira pukul 02.50 Wita, ketika korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak sekitar 100 meter dari tepian tempat perahu rombongan bersandar. Jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Jalan HOS Cokroaminoto, Gang Delima, RT 015 RW 002 Kelurahan Tanah Grogot.
Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan kerabat dekat korban, korban berjalan sendirian di belakang rombongan dan sempat mengeluh sakit dada, lalu mengajak berhenti sejenak untuk beristirahat. Korban sempat berkata, “Sakit dada saya ini,” sebelum kembali melanjutkan perjalanan dengan jarak sekitar lima meter di belakang saksi.
Saat saksi tiba di perahu, korban masih terlihat berhenti sekitar 50 meter di belakang. Setelah ditunggu selama sepuluh menit namun tidak kunjung tiba, rombongan kembali mencari namun tidak menemukan jejak korban. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak terdapat bekas luka akibat serangan hewan buas maupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
Keluarga korban mengikhlaskan kepergian orang tercinta dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah semata. Pihak keluarga juga menolak permohonan untuk melakukan pemeriksaan autopsi. Sepanjang proses pencarian hingga pemulangan jenazah, situasi di lokasi dan lingkungan sekitar tetap aman serta kondusif.
Laporan : Hartono KS.
