Mayjend TNI Moch Luthfie Beta, Bacakan Sambutan Menteri PMK Pada Acara Makan Bersama 2000 Anak Yatim di Istiqlal
JAKARTA – Baraberita.com – Staf Khusus Menteri Koordinator PMK- RI. Mayjen TNI Moch. Luthfie Beta, S.Sos., M.Si, Bacakan Sambutan Menko PMK-RI Pada Acara Makan Bersama 2000 Anak Yatim di Selasar Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Minggu pagi tanggal 08 Juni 2025.
Acara yang digagas menteri Agama Profesor Nazaruddin Umar, yang diberi tajuk Makan bersama 2000 anak Yatim adalah yang pertama diadakan di Masjid Istiqlal Jakarta, dan ini akan dimasukkan dalam kalender tahunan kegiatan di Masjid Istiqlal.
Para pengurus masjid Istiqlal Jakarta, menyambut baik gagasan menteri Agama Profesor Nazaruddin Umar dan mendapat apresiasi dari Kementerian Kordinator PMK, Kementerian Sosial, Kementan PU, Pemprov DKI Jakarta dan Sejumlah Instansi terkait.
Mayjen TNI Moch. Luthfie Beta, S.Sos., M.Sii membacakan isi sambutan Menteri Koordinator PMK -RI. Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc sebagai berikut ;
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang saya hormati,
Menteri Agama Republik Indonesia;
Menteri Sosial Republik Indonesia;
Plh. Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Dr. KH. Mulawarman Hannase;
Para Pejabat Eselon I dari Kementerian/Lembaga; Para Kyai, Ulama, dan pimpinan ormas Islam
Serta seluruh adik-adik/anak-anak yatim yang insyaAllah diberkahi Allah SWT.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, kita masih diberi nikmat waktu dan kesempatan untuk bersama-sama berkumpul dalam suasana Idul Adha, mensyukuri nikmat daging kurban bersama anak-anak kita, para anak yatim yang Insya Allah menjadi calon penerus dan pemimpin bangsa.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri teladan dalam iman, sabar, dan pengorbanan.
Pertama-tama kami mengucapkan salam dan permohonan maaf dari Bapak Menko PMK, dikarenakan satu dan lain hal, beliau tidak bisa menghadiri acara ini dan mewakilkan kepada kami.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah, Idul Adha bukan sekadar soal menyembelih hewan. Ia adalah panggilan untuk menyembelih keegoan, membagikan kasih sayang, dan membangun solidaritas.
Di Arafah (tanggal 9 Dzhulhijjah) yang lalu, para jama’ah haji berdoa dalam kesetaraan.
Di tanah air kita berbagi daging bersama anak-anak yatim dalam kebersamaan.
Itulah Islam: hadir dalam ibadah, hidup dalam keadaban.
Untuk itu, kami berpesan:
Jadikan semangat kurban sebagai kekuatan gotong royong dan kepedulian sosial: bukan sekadar berbagi daging, tapi juga membagi kepedulian termasuk bagi para anak yatim. Kepedulian dan pengorbanan kepada anak yatim Insya Allah akan menjadi jaminan terpenuhinya kebutuhan kita sebagai bangsa.
Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Kasihilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah makanan dari makananmu. Niscaya hatimu jadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR at-Thabrani).
Redam ego, tinggikan kasih: karena bangsa besar bukan dibangun oleh yang menang sendiri, tapi oleh mereka yang rela berbagi ruang dan peran kepada seluruh lapisan.
Rawat silaturahmi, satukan hati: kurban mempertemukan yang jauh, menyatukan yang berbeda, mengokohkan persaudaraan.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah
Tradisi Idul Adha dan berkurban adalah momentum membangun keadaban, dan saling menguatkan.
Anak-anak yatim yang merupakan titipan dari Allah ini harus menjadi subjek yang kita kuatkan. Mereka adalah golongan Mustad’afin yang menjadi prioritas untuk disejahterakan.
Kelak dari meraka akan lahir dan tumbuh para pemimpin, para pemikir, ulama, dan generasi pembawa perubahan.
Anak-anak yatim adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Dukungan dan bimbingan yang tepat sangat dibutuhkan sebagai bekal meraih cita-cita.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah
Oleh karena itu, melalui momentum makan bersama anak yatim ini, mari setiap diri kita melatih dan membentuk karakter jiwa berkorban.
Setiap daging yang kita bagikan dan konsumsi hari ini mengandung pelajaran pesan kepedulian, kemurahan hati, kelembutan sikap mental kemanusiaan.
Mari jadikan acara makan bersama anak-anak yatim sebagai simbol matinya nafsu keserakahan, menuju perubahan perilaku bangsa yang semakin peduli, taat dan berperikemanusiaan.
Hadirin yang dirahmati Allah
Terakhir, tak lupa kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden atas pemberian hewan kurban yang kita konsumsi hari ini.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan melindungi beliau selaku pemimpin negara, agar dapat terus mengabdi dan mengupayakan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik
Akhir kata, Selamat Idul Adha 1446 H.
Mari kita rayakan dengan ikhlas dan penuh syukur.
Mari kita doakan seluruh jemaah haji Indonesia yang hari ini masih melaksanakan ibadah di Mina. Semoga Allah berikan kesehatan, kekuatan, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan haji mabrur.
Semoga Indonesia selalu dinaungi rahmat dan perlindungan Allah SWT.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Wa lillahil hamd.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Pada acara tersebut Mayjen TNI Moch Luthfie Beta, Mewakili Menko PMK-RI, Perwakilan Kementerian Agama-RI, Kementerian Sosial RI, Kementerian PU, Sekda Pemptlrof DKI Jkt, Plt . Ketua Harian Badan Pengurus Masjid Istiqlal Dr. KH. Mulawarman Hannase. menyerah bingkisan secara simbolis kepada perwakilan dari anak Yatim yang selanjutnya dilanjut oleh panitia.



Laporan : Arimin J. Wumu
