Video Viral Pengeroyokan Guru Bahasa Inggris di Jambi Diselesaikan Lewat Mediasi
Tanjung Jabung Timur – JAMBI – Baraberita.com – Kepolisian mengungkapkan kasus pengeroyokan terhadap guru bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, telah diselesaikan dengan damai. Kesepakatan damai ini ditempuh setelah pihak berwenang melakukan proses mediasi antara kedua belah pihak yang terlibat.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Polisi Erlan Munaji mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut saat konferensi pers pada hari Kamis (15/01/2026). “Terkait dengan kasus tersebut sudah dilakukan mediasi dengan kedua belah pihak dan disaksikan oleh pihak Polres Tanjung Jabung Timur,” ungkapnya.
Menurut Kombes Polisi Erlan, kronologi kejadian pengeroyokan bermula dari suatu peristiwa antara seorang siswa berinisial L dengan guru berinisial A. Siswa tersebut merasa dirinya diperlakukan dengan ucapan kasar oleh guru bahasa Inggris tersebut.
Ucapan yang dianggap kasar tersebut akhirnya membuat guru A tersinggung. Dalam kondisi emosional, guru kemudian menampar siswa L yang menjadi awal mula terjadinya konflik yang lebih besar.
“Kemudian muridnya tidak terima dengan tindakan tersebut. Ia kemudian melakukan perlawanan dan mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya untuk menghadapi guru atas nama A, sehingga terjadi perkelahian yang berkembang menjadi pengeroyokan,” jelas Kombes Polisi Erlan.
Kejadian pengeroyokan tersebut tidak luput dari perhatian publik setelah rekaman video kejadiannya menjadi viral di platform media sosial. Video yang beredar memperlihatkan guru A dikelilingi dan dikeroyok oleh sejumlah siswa laki-laki di area lingkungan sekolah.
Dalam video yang viral tersebut juga terlihat bahwa beberapa guru lain yang berada di lokasi kejadian berusaha segera untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan. Mereka berusaha menyudahi bentrokan agar tidak terjadi hal yang lebih parah.
Proses mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pihak sekolah, keluarga guru, serta keluarga para siswa yang terlibat dalam kejadian pengeroyokan. Seluruh pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus ini dengan jalan damai.
Kabid Humas Polda Jambi menekankan bahwa proses mediasi berjalan dengan lancar dan kedua belah pihak telah mencapai pemahaman bersama. Kedua pihak juga telah menyampaikan maaf secara saling terhadap tindakan yang telah terjadi.
Pihak sekolah dan kepolisian juga akan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. Langkah tersebut termasuk memberikan pemahaman tentang pentingnya komunikasi yang baik antara guru dan siswa serta menghargai satu sama lain.
Laporan : Mohamad Yusni
![]()
