Serangan Israel di Gaza Picu Kecaman Indonesia, Korban Tewas Sebagian Besar Perempuan dan Anak-anak
JAKARTA – Baraberita.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melayangkan kecaman keras atas gelombang serangan udara berulang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza pada Sabtu lalu. Dalam pernyataan resminya, Indonesia menegaskan bahwa aksi militer tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung.
Serangan yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik dinilai tidak hanya memperburuk penderitaan warga Palestina. Aksi tersebut juga secara langsung merusak kepercayaan internasional serta menghambat upaya diplomasi menuju stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Situasi di lapangan dilaporkan sangat mencekam setelah otoritas setempat di Gaza mengonfirmasi korban jiwa. Sebanyak 32 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut, di mana sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Warga di wilayah Khan Younis menggambarkan serangan ini sebagai eskalasi paling intens sejak fase kedua gencatan senjata diberlakukan. Gencatan senjata tersebut diinisiasi awal bulan ini di bawah mediasi Amerika Serikat.
Pelanggaran sepihak ini memicu kekhawatiran global akan berakhirnya masa tenang. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat dampak kemanusiaan yang ditimbulkan sangat masif di tengah keterbatasan bantuan medis dan logistik di Jalur Gaza.
Masa tenang yang telah diupayakan sejak Oktober lalu kini terancam hilang akibat serangan yang tidak terduga. Keterbatasan akses bantuan membuat situasi kemanusiaan di kawasan semakin memprihatinkan.
Di sisi lain, militer Israel memberikan pembelaan terkait serangan udara tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas dugaan aktivitas Hamas yang keluar dari infrastruktur bawah tanah di wilayah Rafah Timur.
Pihak Israel juga mengklaim telah menargetkan gudang senjata dan lokasi manufaktur militer di Gaza bagian tengah. Tindakan tersebut digambarkan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keamanan wilayahnya.
Namun, klaim dari militer Israel dibantah keras oleh pihak Hamas. Mereka menilai serangan tersebut sebagai bukti nyata bahwa pemerintah Israel terus melanjutkan agenda perang genosida yang brutal.
Hamas pun mendesak Amerika Serikat selaku mediator untuk segera mengambil tindakan tegas. Tindakan tersebut diharapkan dapat menghentikan pelanggaran yang terus berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Indonesia tetap konsisten mendesak agar Israel memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Kemlu RI menegaskan bahwa pihak Israel harus menghormati setiap poin dalam kesepakatan gencatan senjata demi kepentingan kemanusiaan.
Melalui diplomasi yang aktif di panggung global, Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal isu Palestina. Negara ini juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk bersama-sama menekan semua pihak agar menghentikan kekerasan demi terciptanya perdamaian yang adil dan permanen.
Laporan : Muhamad Yusni
![]()
