25 Oktober 2026

Hujan Turun di Pekanbaru, Kualitas Udara Kembali Baik Meski Waspada Karhutla Tetap Dijaga

0
whatsapp_image_2026-09-19_at_10.14.01_114381

Pekanbaru – RIAU – Baraberita.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau sejak malam hingga pagi hari membawa angin segar bagi masyarakat. Tak hanya membasahi jalan dan lahan yang sebelumnya kering, hujan juga membantu membersihkan partikel asap di udara sehingga kualitas udara di Pekanbaru kembali berada pada kategori baik.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 07.00 WIB, konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 di Pekanbaru tercatat hanya 9,9 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut masuk dalam kategori baik dan aman bagi kesehatan.

Perubahan ini cukup signifikan. Dalam beberapa hari sebelumnya, kualitas udara Pekanbaru sempat memburuk akibat kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Hujan menjadi salah satu faktor penting yang membantu menekan konsentrasi partikulat di udara secara cepat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, M. Edy Afrizal, menyatakan turunnya hujan di sejumlah wilayah menjadi momentum positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Selain membantu proses pemadaman, hujan juga berdampak langsung terhadap perbaikan kualitas udara yang selama ini mengkhawatirkan.

“Curah hujan tentu sangat membantu, terutama untuk membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api baru. Kualitas udara juga kita lihat membaik setelah hujan turun,” ujarnya.

Meski demikian, Edy mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap persoalan telah selesai begitu saja. Kondisi cuaca di Riau masih dinamis dan potensi munculnya kembali titik api tetap harus diantisipasi, terutama di wilayah berupa lahan gambut dan kawasan yang dikenal rawan terbakar.

“Kita tetap melakukan pemantauan. Jangan sampai setelah hujan turun kewaspadaan menjadi berkurang. Lahan yang sebelumnya terbakar harus dipastikan benar-benar padam dan tidak menyimpan bara di dalamnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Polisi Akmadi, menyatakan membaiknya kualitas udara adalah kabar baik bagi seluruh masyarakat. Namun jajaran kepolisian bersama seluruh pemangku kepentingan tetap melanjutkan langkah pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hujan yang turun memberikan dampak positif terhadap kondisi udara dan penanganan kebakaran. Namun ini bukan berarti kita berhenti. Personel tetap melakukan pemantauan, patroli, dan penanganan apabila ditemukan titik api,” kata Akmadi.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kondisi yang sudah membaik ini. Dengan meningkatnya curah hujan, diharapkan lahan yang sebelumnya rawan terbakar semakin basah sehingga risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan.

“Yang paling penting adalah jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga bersama kondisi yang sudah membaik ini. Masyarakat adalah benteng utama dalam mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Di sisi lain, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Riau masih berpotensi berubah sewaktu-waktu. Pada dini hari, udara dapat kembali berkabut hingga berawan, sementara hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah provinsi ini.

Badan meteorologi itu juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpeluang terjadi di wilayah Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, serta Kota Pekanbaru, terutama pada pagi, malam, hingga dini hari.

Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Hujan yang mengguyur wilayah ini kali ini setidaknya menjadi jeda yang dinantikan dari kepungan asap. Udara yang kini kembali baik menjadi awal yang baik untuk terus memperkuat pencegahan. Kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat kondisi cuaca dan arah angin dapat berubah kapan saja.

Laporan : Na’ila Abraara

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!