Kamis, Desember 12Informasi itu penting

Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawanto, SIK., MSI, di Dampingi Kasat, Kapolsek Bone, Kapolsek Kabila & Kasubag Humas Adakan Press Conference

Bone Bolango – Gorontalo,  BARABERITA,COM – Selasa, 12/11/2019 –  Pada hari Senin tanggal tanggal 11 November 2019 Sekitar pukul 16.00 Wita Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawant, SIK., MSI, yang di dampingi oleh Kasat Narkoba, Kapolsek Bone, Kapolsek Kabila dan kasubag Humas melaksanakan Press conference bersama Wartawan media cetak dan elektronik, baik dari lokal maupun nasional di teras Polres Bone Bolango.
Adapun yang masuk dalam Press Conference pada saat itu antra lain
– Kasus Miras dari Polsek Bone
– Kasus Narkoba dari Sat Narkoba
– Kasus Panah Wayer dari Polsek Kabila
Adapun hasil Press Confrence di Polsek Bone 1150 liter cap tikus kembali digagalkan Polres Bone Bolango saat on the way ke Gorontalo. Ragam muslihat dilakukan pelaku agar minuman tersebut, tiba dan terjual di Gorontalo.
Konferensi pers yang digelar Polres Bone Bolango, mengungkap upaya menggagalkan penyelundupan cap tikus oleh kepolisian selama ini, khususnya di wilayah Bone Bolango.
Sedikitnya 1.150 liter miras jenis cap tikus tersebut, berhasil disita dibeberapa tempat di wilayah Bone Bolango.
“Iya benar, miras ini berhasil kita amankan dibeberapa tempat, tangkapan dalam jumlah besar yaitu saat mau diselundupkan ke Gorontalo melalui jalur Bone pesisir,” ungkap Kapolres Bonebol AKBP. Suka Irawanto Senin (11/11/2019).
Upaya menyeludupkan miras ini, menggunakan mobil minibus. Sesuai rencana akan dipasarkan di wilayah Kota Gorontalo dan Bone Bolango.

“Mereka menutup miras ini dengan boneka-boneka, setelah kita geledah ternyata didalamnya ada miras jenis cap tikus,” jelas mantan Kasubbdit Reg. Ident. Dit. Lantas Polda Gorontalo ini.
“Saat ini kami dari Polres Bonebol masih mengembangkan ke tahap penyelidikan, 1 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang juga pemilik miras tersebut,” tandasnya.
telah menetapkan 5 tersangka terkait kasus narkoba menyusul terungkapnya pesta sabu-sabu di daerah itu, belum lama ini. Ironisnya, 3 dari 5 tersangka di antaranya teridentifikasi merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Iya benar. Penangkapan narkoba ini kita lakukan pada Hari Senin (4/11/2019). Kita masih terus melakukan pengembangan,” ujar Kapolres BonBol AKBP Suka Irawanto SIK pada konfrensi pers, Senin (11/11/2019).
Sebelum ditangkap, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa yang mana ada kegiatan pesta sabu di salah satu rumah di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bonebol, Provinsi Gorontalo. Satuan Narkoba Polres Bonebol pun langsung menuju ke lokasi dan ternyata benar ada 5 sekawan yang sedang asyik berpesta sabu.
Adapun 5 sekawan masing-masing berinisial SB, IS, SC, FS dan FP. Mereka diringkus bersama barang bukti berupa barang narkoba berbentuk kristal bening yang diduga sabu-sabu, pipet, bong, alat hisap dan handphone sebagai alat komunikasi.
Setelah dilakukan uji labolatorium BPOM, barang berbentuk kristal bening merupakan parang narkotika Golongan I jenis Metamfenamine seberat 0,11 Gram.
“Jadi mereka sedang mengkonsumsi narkoba di satu rumah di Kecamatan Kabila. Mereka saat itu ada di dapur. Mereka semua positif,” ujar AKBP Suka Irawanto.

Setelah digiring ke Polres Bonebol, 5 tersangka tersebut mengaku baru pertama kali menggunakan barang haram itu. Dan barang tersebut mereka dapatkan dari salah satu warga di Kota Gorontalo. Namun polisi tidak percaya begitu saja
“Ngakunya begitu (baru pertama kali). Tapi akan kita selidiki terus, termasuk darimana mereka mendapatkan barangnya,” tambah mantan Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Gorontalo ini.
Saat ini, polisi menjerat 5 tersangka dengan Pasal 112 Ayat (1) dan 127 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 8 Miliar.
Belum habis keresahan masyarakat Gorontalo akan panah wayer, seorang oknum siswa di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, malah kedapatan membawa anak panah wayer ke lingkungan sekolah, Kamis (7/11/2019).
“Iya benar. Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujar Wakapolsek Kabila Iptu Harsono.
Sebelumnya, oknum siswa itu membawa 2 anak panah wayer ke lingkungan sekolah untuk gagah-gagahan. Bahkan, dia sengaja menunjukkan kepada rekan-rekannya. Namun karena ketahuan oleh pihak sekolah, oknum tersebut buru-buru membuangnya ke sawah, tepat di samping kelas siswa kelas X itu.

Tak lama setelah ketahuan, aparat kepolisian datang ke sekolah dan mengamankan yang bersangkutan. Oknum itu pun diminta untuk menunjukkan barang bukti yang sudah dibuangnya itu. Setelah diambil dari sawah tempat si oknum siswa membuangnya, siswa tersebut langsung diamankan ke Polsek Kabila.
“Jadi pengakuan yang bersangkutan, dia anggota geng Malaria. Mereka sering berinteraksi melalui grup di facebook,” kata Harsono.
Polisi pun masih melakukan pendalaman dimana siswa tersebut mendapatkan panah wayer, motif apa yang akan dilakukan dan alasan bergabung dengan kelompok atau geng yang belakangan ini sangat meresahkan warga Gorontalo itu.
Terpisah, Kepala Sekolah Serda Uloli mengatakan, pihaknya mengetahui oknum siswanya membawa panah wayer berawal dari laporan teman-temannya kepada salah seorang guru.
“Saya sempat memanggilnya dan meminta barangnya (panah wayer) dan melaporkannya kepada polisi,” tambah Serda.
Dia menambahkan, pihak sekolah sudah melakukan upaya maksimal dalam mengawasi para siswa-siswi agar tidak terlibat pada hal-hal yang merusak akhlak dan moral mereka. Tetapi, untuk kasus ini, pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.
“Olehnya, saat ini pihak sekolah belum menentukan sikap, langkah apa yang akan diambil untuk diberikan kepada bersangkutan,” pungkas dia.
Demikian isi Press Confrence Kapolres Bone Bolango  AKBP Suka Irawanto, SIK yang sudah ditayang pada beberapa media salah satunya dikutip Baraberita.com dari Hunlondalo.id
Laporan : Femmy E.S. Gubali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE