Jumat, Desember 13Informasi itu penting

Siswa-siswi SMA Negeri 5 Balikpapan Komitmen Dengan ” Sekolah Peduli Rupiah “

Balikpapan – Kaltim,  BARABERITA.COM – Sabtu, 21/09/2019 – Program Sekolah Peduli Rupiah yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, mendapat sambutan baik dari warga Sekolah SMA Negeri 5 Balikpapan, ini dibuktikan dengan begitu antusisanya anak-anak didik serta staf Dewan Guru, staf Tata Usaha.

Bertempat di halaman upacara Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Balikpapan, Jum’at 20 september 2019 pukul 08.00 Wita sekitar 1.138 orang Siswa-siswi, Guru-guru staf pengajar, Tata Usaha, Orang Tua Wali Murid, Karyawan Kantin dan Koperasi Sekolah, menghadiri deklarasi komitmen ” Sekolah Peduli Rupiah ” Warga Smala.

Komitmen bersama warga Smala dalam mendukung program Sekolah Peduli Rupiah tidak bisa diragukan lagi, ini dibuktikan dengan semua transaksi di Bazar Smala semua berbentuk rupiah. Ada hal menarik dalam komitmen bersama ini, seorang pelajar berasal dari negara Itali bernama Domenico Orlandi yang saat ini duduk di bangku kelas XI IPA, juga berbelanja dengan menggunakan uang rupiah,

Bahkan dia berkomitmen setelah selesai studi di SMA Negeri 5 Balikpapan, kembali ke Negara Asalnya tetap menggunakan uang rupiah untuk membeli tiket pesawat, serta souvenir. Domenico Orlandi saat diwawancarai Baraberita.com ditemani guru PPKN Hj. Maya Safitri, S.Pd., M.Pd.

Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Balikpapan, Dra. Riren Friedayati, sangat mengapresiasi komitmen warga Smala dengan ‘Sekolah Peduli Rupiah” Ririen berharap dengan kometmen bersama-sama ini, rupiah menjadi satu-satunya alat tukar dalam bertransaksi,” Himbaun saya kepada kita semua, kegiatan apa saja yang berhubungan dengan jual beli entah itu berhadapan langsung (face to face) atau sifatnya antar bank transfer (online) kita semua tetap mempergunakan rupiah.”

Beberapa orang Guru serta Siswa-siswi yang sempat diwawancarai tentang “Sekolah Peduli Rupiah” semua setuju namun ada usulan yang kiranya pihak sekolah bisa bekerja sama dengan salah satu bank pemerintah untuk menyediakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di Lingkungan Sekolah, ini tujuannya adalah memudahkan warga smala untuk bertransaksi dan menghemat waktu dan biaya.  “30 % saja dari 1250 warga Smala yang menggunakan ATM setiap hari berarti 375 orang, dikalikan setiap transaksi minimal 300 ribu berarti ATM harus menyediakan dana minimal 112.500.000,- (Seratus dua belas juta Lima ratus ribu rupiah) Apalagi ATM bisa diakses masyarakat umum seperti pengunjung Taman Tiga Generasi.” Usul ibu Masra.

Laporan : Marwan B,  Foto : Armiya

 

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE