PENCEGAHAN STUNTING DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGs di DESA MOLANTADU KECAMATAN TOMILITO KABUPATEN GORUT

Kwandang – Gorut, Baraberita.com – Sabtu, 07/11/2021 – Sebagai salah satu  negara yang berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan SDGs (Sustainable Development Goals), Indonesia mendudukkan SDGs sebagai arus utama segenap pembangunan, baik di pusat maupun daerah. Komitmen ini dituangkan dalam Peraturan Presiden No 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) mengukur seluruh aspek pembangunan sehingga mampu mewujudkan manusia seutuhnya. Berbagai rencana aksi nasional, provinsi hingga kabupaten termasuk kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi membentuk pusat studi pembangunan berkelanjutan. Swasta mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kegiatan-kegiatan dalam rencana aksi.

Dalam upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya berdasarkan potensi, kebutuhan aspirasi dan kewenangan yang ada pada masyarakat sendiri maka sangat diperlukan bentuk-bentuk kegiatan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar dalam penguatan otonomi daerah secara spesifik, dan hal itu haruslah dimulai dari lingkungan terkecil dari komunitas masyarakat yaitu desa.

Pengalaman empirik menunjukkan bahwa dalam pendekatan pembangunan desa yang dilakukan selama ini masih bersifat top down, artinya peran pemerintah masih dominan dalam pelaksanaan pembangunan desa dibandingkan dengan partisipasi masyarakat baik pada tataran perencanaan maupun pelaksanaan. Akibatnya, seringkali kegiatan pembangunan desa belum mencerminkan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Perguruan Tinggi diketahui telah memiliki instrumen kelembagaan yang secara langsung berkaitan dengan intervensi terhadap masyarakat yaitu Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN).

KKN sejatinya merupakan salah satu dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dalam rangka meningkatkan pembangunan desa dikembangkan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Membangun, yaitu sebuah pendekatan intervensi sosial yang lebih menekankan pada aspek ‘proses’. KKN tidak dapat dilihat langsung hasilnya pada saat ini dengan anggapan pengaruh KKN akan dapat dilihat pada jangka panjang baik peningkatakan kapasitas desa maupun sumber daya manusia (regenerasi) yang memahami konteks perdesaan.

KKN Tematik dengan tema Desa Membangun diselenggarakan dalam rangka mendampingi masyarakat membangun desanya secara aktif. Mahasiswa yang mengikuti KKN ini diharapkan dapat memprakondisikan masyarakat desa untuk berpikir kritis tentang masalah di desanya, dan bersama-sama menemukan gagasan-gagasan kreatif untuk memecahkannya. KKN Tematik Desa Membangun menuntut keterlibatan aktif mahasiswa dalam berdialog secara intensif dengan masyarakat. KKN Tematik berorientasi pada alih pengetahuan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo menggelar  sosialisasi kesehatan masyarakat “Bahaya dan Pencegahan Stunting” masyarakat Desa Molantadu Kecamatan Tomelito Kabupaten Gorontalo Utara.

Menurut Kordes Molantadu Mohammad Zhufriyansha Hatim  kegiatan ini merupakan kegiatan yang lahir atas dasar kecemasan dan keprihatinan masyarakat luas terlebih khusus oleh pemerintah. Mengingat, persoalam stunting ini merupakan masalah yang cukup serius yang di hadapi oleh Indonesia pada umumnya dan Gorontalo pada khususnya. Maka, kami merasa bahwa kegiatan ini perlu dilaksanakan agar dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat tentang persoalan stunting ini. Kegiatan ini ditujukan kepada orang tua dan kaum pemuda yang dimana menjadi pelaku utama dalam kegiatan ini.

Kami dalam kegiatan menjadi fasilitator untuk  terselenggaranya kegiatan sosialisasi kesehatan masyarakat (bahaya dan pencegahan stunting). Dalam hal ini kami berupaya untuk mempersiapkan serta terlibat lansung dalam proses sosialisasi tersebut. Ujar Kordes Molantadu. Walaupun masih terdapat beberapa hambatan dalam kegiatan  ini antara lain kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terutama anak-anak muda yang sebenarnya menjadi target utama dalam kegiatan tersebut.

Dosen pembimbing lapangan Prof Dr Arifin Tahir, M.Si  dalam arahannya pada acara penarikan mahasiswa KKN Tematik UNG  menjelaskan dengan adanya kegiatan ini, hasil yang sudah didapatkan   adalah masyarakat bisa lebih sadar akan betapa penting untuk mencegah bahaya dari stunting tersebut. Dan semoga kegiatan ini dapat membantu pemerintah untuk bagaimana kemudian terus mensosialisasikan tentang persoalan stunting. Pada saat yang sama.

Prof Dr Arifin Tahir, M.Si  mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Molantadu beserta masyarakat yang sudah mendukung program utama dan program tambahan dari mahasiswa KKN dengan harapan kiranya masyarakat dapat melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa bersama masyarakat

Kepala Desa Molantadu Masrin T. Liputo mengucapkan terima kasih karena mahasiswa peserta KKN Tematik sudah berpartispasi dalam penataan administrasi pemerintah desa,  data-data penduduk desa. Ada 37 buku yang telah di input  dan terselesaikan. Masing-masing buku tersebut memuat pengelompokan data-data masyarakat sesuai format PKK.yang kemudian akan di isi sesuai data masyarakat yang ada di lapangan.

Laporan : Nur F. Bolotio

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *