Minggu, November 17Informasi itu penting

Polres Balikpapan Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 ke 74

Balikpapan,  BARABERITA.COM  Sabtu, 01/06/2019  Walaupun Kota Balikpapan dan sekitarnya diguyur hujan dari pukul 03.35 dini hari sampai selesai pelaksanaan upacara, tidak mengurangi semangat para abdi Negara ( Jajaran Polres Balikpapan ) Untuk memperingati hari lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni 2019, tahun ini adalah ulang tahun yang ke 74.
Wakapolres Balikpapan, Kompol Andre Anas, SIK, bertindak sebagai Pembina upacara, sedangkan bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Ipda Divania, S. Tr. K (Kanit Dikyasa Polres Balikpapan).

Upacara dihadiri para Pejabat Utama Polres,  Satuan Kerja serta seorang CPNS Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dari Universitas Jendral Soedirman Kabupaten Banyumas Jawa Tengah atas nama Windri Lesmana Rubai, S. Gz., M.P.H.

Kehadiran CPNS dosen Universitas Jendral Soedirman, Windri Lesmana Rubai, S. Gz., M.P.H,  pada upacara tersebut merupakan peraturan dari Menpan RB, bahwa seluruh CPNS yang baru diangkat pada awal tahun 2019 diwajibkan mengikuti upacara hari kelahiran Pancasila, sehubungan dengan aturan tersebut maka CPNS yang posisinya berada diluar daerah tempat dimana SK nya mengabdi wajib mengikuti upacara hari lahir Pancasila pada Instansi Pemerintah terdekat. Hal ini yang dikuti oleh CPNS dosen alumni SMA Negeri 5 Balikpapan dan S2 dari Universitas Gajah Mada.

Kasat Lantas  AKP Noordhianto, S.H, Saat menerima kedatangan CPNS Dosen tadi pagi, diberikan penjelasan oleh CPNS bahwa, sudah mendapat izin dari Kapolres AKBP Wiwin Firta YAP, SIK  untuk ikut upacara di Polres, AKP Noordhianto sangat mengapresiasi, ” Wah ini sangat bagus, kecintaan terhadap Pancasila dan NKRI harga mati wajib ditanamakan kepada seluruh masyarakat Indonesia.” tutup Kasat Lantas akrab dengan insan pers.
Windri Lesmana Rubai, ” Saya mengucapakan banyak terima kasih kepada bapak Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta YAP, SIK, yang telah sudi menerima saya untuk bisa ikut upacara peringatan hari lahir Pancasila, kepada bapak Wakapolres beserta jajaran, saya bangga berada ditengah-tengah bapak ibu semua, ini kali yang ke dua saya menginjakkan kaki di Mapolres Balikpapan, pertama kali saya datang ke Polres dalam rangka mengurus SIM C dan SKCK, Semoga bapak ibu personel Polres Balikpapan beserta keluarga sehat wal afiat Amin… Insya Allah dilain kesempatn kita bisa bersua, atau ada putera puteri bapak ibu yang melanjutkan study ke Universitas Jendral Soedirman, saya dengan senang hati menjadi kakak pembimbing adik-adik.”

Wakapolres pada sambutannya mengatakan bahwa upacara hari ini sedianya akan dilakasanakan di halaman Mapolres namun kondisi cuaca tidak memungkinkan kota Balikpapan diguyur hujan sejak dini hari tadi, sehingga upacara dilaksanakan di aula mapolres, Kompol Andre juga membacakan sambutan kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila ( BPIP ) Profesor Haryono, pada intinya sebagai berikut :
Bahwa Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.
Lebih lanjut Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI mengatakan bahwa Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. berkat pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. berkat pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.
Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus
merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan  harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai “weitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi  negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE