Senin, September 21Informasi itu penting
Shadow

Satresnarkoba Polres Bitung Ungkap 4 Kasus Narkoba Dalam 2 Bulan

Bitung – Sulut,  Baraberita.com – Selasa, 17/03/2020 – Satresnarkoba Polres Bitung berhasil mengungkap 4 kasus narkoba selama Januari dan Februari 2020 ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Bitung, AKBP F.X. Winardi Prabowo dalam konferensi pers di Mapolres, Senin (16/03) siang.

Kasus pertama pada 10 Januari 2020, Satresnarkoba menangkap dua tersangka, yakni SS (35), warga Manembo-nembo, Matuari, dan MK (23), warga Madidir Ure, Madidir, Bitung.

“Keduanya diduga kuat mengedarkan sabu, dan ditangkap di Perumahan Meytha II, Manembo-nembo Atas,” kata Kapolres didampingi Kasatresnarkoba, AKP Jemmy Lewu.

Dari tangan SS dan MK, petugas mengamankan 2 paket sabu seberat 0.05 gram, 1 potongan sedotan plastik, 1 alat hisap (bong) dan 3 korek api gas.

Lanjut Kapolres, kasus kedua diungkap pada 23 Februari. Petugas menangkap RA (26), warga Bitung Barat I, Maesa, yang diduga kuat mengedarkan obat keras jenis Trihexyphenidyl. Dari tangan residivis kasus serupa ini, petugas menyita 1.335 butir obat keras tersebut.

Kemudian kasus ketiga, diungkap pada 15 Februari. Tersangka yang diamankan berinisial HY (16), warga Wangurer Utara, Madidir. HY didapati memiliki 4 jarum suntik, 6 MG Suboxon yang masuk dalam Golongan III Narkotika, serta 4 butir Aprazolam yang masuk Golongan III Psikotropika.

Dan kasus keempat diungkap pada 24 Februari. Petugas mengamankan JH (19), warga Madidir atas kepemilikan 2.000 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl. JH diketahui telah mengedarkan obat keras tersebut di kalangan anak-anak muda, dan melakukan transaksi di pekuburan Girian Weru.

“Kasus-kasus tersebut baru kami publikasi, karena butuh waktu untuk melakukan pengembangan dengan mengikuti mata rantai peredarannya,” terang Kapolres kepada sejumlah awak media.

Tambahnya, para tersangka dijerat dengan pasal berbeda-beda sesuai dengan jenis narkoba. Antara lain UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2), ancaman pidana seumur hidup untuk peredaran/memperjualbelikan barang Narkotika jenis sabu di atas lima gram. Sedangkan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 pasal 196 dan pasal 197, barang siapa dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan izin edar diancam dengan pidana sepuluh tahun atau denda sebesar Rp.1 miliar,” pungkas Kapolres.

Laporan : Atriani Luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *