Selasa, Oktober 20Informasi itu penting
Shadow

Polresta Manado Amankan 4 Orang Pemuda Tersangka Pengrusak Mobil Ambulance Pembawa Jenasah Covid-19

Manado – Sulut,  Baraberita.com – Jum’at, 25/09/2020 – Humas Polda Sulut – Polresta Manado mengamankan 4 orang pemuda yang diduga melakukan pengrusakan sebuah mobil jenazah yang membawa jenazah pasien covid-19 di Desa Minaesa Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) baru-baru ini.

Hal tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP /1544/XI/2020/Sulut/Resta Manado tanggal 20 september 2020, yang dilaporkan sang sopir.

Kejadian tersebut bermula pada hari Minggu tanggal 20 September 2020 sekitar pukul 20.00 wita, saat itu lelaki Johanes Ponamon membawa mobil ambulance yang membawa jenasah terkonfirmasi covid-19 yang akan dimakamkan di Desa Minaesa Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Awalnya berjalan baik, ambulance yang dikawal petugas Kepolisian pun usai mengantar jenazah di pekuburan, langsung meninggalkan lokasi.

Dalam perjalanan pulang, mobil ambulance kemudian dirusak oleh beberapa oknum warga bahkan ada yang memukul lelaki Johanes dibagian mulut dan dada.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan 4 orang anak muda dengan peran masing masing di tempat kejadian perkara, yaitu lelaki FMB alias Pablo yang berperan memukulkan batu ke body mobil ambulance berulang kali.

Lelaki MA alias Ikhlas yang berperan naik dan menggantung di belakang mobil ambulance dan memukul bodi belakang ambulance berulang kali.

Lelaki RK alias Koko berperan memukul kaca mobil ambulance bagian belakang sebelah kanan dan juga memukul sopir ambulance lelaki Johanes di bagian mulut dan dada.

Dan lelaki HS alias Ramon berperan menendang mobil ambulance di bagian depan sebelah kiri berulang kali.

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli SIK., M.H saat menggelar konferensi pers, Rabu (23/9/2020), penyebab keempat anak muda ini melakukan pengrusakan mobil ambulance dikarenakan mereka tidak menerima jenasah akan dimakamkan secara protokol covid-19.

“Pasal yang dikenakkan kepada pelaku adalah Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP, Kekerasan Secara Bersama-sama Terhadap Orang atau Barang dengan ancaman 7 tahun penjara,” ujar Kapolresta.

Laporan : Sofyan Taib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *