Minggu, Juli 12Informasi itu penting
Shadow

Polisi Jerat AY alias Amrin (61) Pelaku Cabul di Desa Bongo IV Kec. Paguyaman Dengan UU Perlindungan Anak

Gorontalo,  Baraberita.com – Selasa, 18/02/2020 – Kasus cabul kembali terjadi, kali ini yang menjadi korban adalah saudari AH alias bunga (11) yang beralamat di Desa Bongo IV Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Sat Reskrim Polres Boalemo telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dalam kasus ini.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi korban (AH) dan saksi-saksi lain, terduga pelaku adalah AY alias Amrin (61) swasta, alamat Desa Bongo IV Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo yang merupakan tetangga korban.

Menurut keterangan dari saksi korban yang masih dibawah umur mengatakan bahwa tindakan pencabulan atau persetubuhan telah dilakukan lelaki paruh baya tersebut sebanyak dua kali, yang pertama dilakukan pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 20.00 wita di kamar rumah terduga pelaku dengan cara memasukan jari kedalam kemaluan korban dan kemudian terduga pelaku memberikan uang sebesar Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) agar korban tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain.

Kemudian pencabulan atau persetubuhan kedua dilakukan terduga pelaku pada keesokan harinya yaitu tanggal 16 Februari 2020 pukul 18.30 Wita di tempat yang sama dengan kronologis saat itu korban dipanggil oleh terduga pelaku untuk datang dan menjaga rumahnya, setelah korban berada dirumah terduga pelaku, korban dikunci dari luar oleh terduga pelaku yang pergi untuk membeli rokok. Kembali dari membeli rokok, terduga pelaku langsung melakukan pencabulan terhadap korban. Setelah melakukan persetubuhan, terduga pelaku kembali memberikan uang kepada korban sebesar Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) sebagai uang tutup mulut.

Kasat Reskrim Polres Boalemo AKP Raidmun Lahmudin, .mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan beberapa saksi dan saksi korban serta pemeriksaan terhadap terduga pelaku, Polisi menetapkan sdra. AY alias Amrin sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

“kami jerat pelaku dengan Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 1 undang-undang No 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata Raidmun.

Laporan : Femmy ES. Gubali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *