Senin, Februari 24Informasi itu penting

Polisi Amankan Tersangka Pembunuhan di Melonguane Kabupaten Talaud Sesaat Usai Kejadian

Talaud – Sulut,  Baraberita.com – Senin, 27/01/2020 – Humas Polda Sulut – Personel Polres Kepulauan Talaud mengamankan tersangka pembunuhan, KP (42), oknum warga Bowombaru Utara, Melonguane Timur, Talaud, sesaat usai kejadian, Senin (27/01/2020) pagi.

Kejadian tragis tersebut menewaskan Darma Saweduling (53), warga Melonguane, setelah ditikam dan dibacok tersangka menggunakan sebilah parang.

Informasi diperoleh menyebutkan, pagi itu sekitar pukul 07.30 WITA korban bersama istri dan kedua anaknya sedang duduk di depan warung milik mereka, yang berada di sekitar komplek pertokoan Kelurahan Melonguane Timur.

Tak lama kemudian tersangka lewat menggunakan bentor (becak bermotor). Entah sebab apa, korban mengambil sebongkah batu lalu melemparkannya ke arah tersangka, dan kena di pelipis kanan.

Tersangka pulang ke kost untuk mengambil sebilah parang lalu menaruhnya di atas tempat duduk bentor. Setelah itu tersangka menuju Pasar Lama Melonguane dan berhenti di depan sebuah toko.

Korban lalu menghampiri tersangka sambil membawa batu, dan lagi-lagi melempar tersangka. Tersangka mengambil batu tersebut dan dilempar balik ke korban, kena di dadanya hingga terjatuh.

Saat itu juga tersangka mengambil parang lalu menikam dada kiri korban. Korban pun kembali terjatuh. Tersangka kemudian membacok tangan kiri, lengan kanan dan kepala bagian belakang korban.

Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Alam Kusuma Sari Irawan melalui Kasatreskrim, Iptu Muhammad Maulana Miraj membenarkan adanya kejadian sadis tersebut.

“Tersangka beserta barang bukti sebilah parang berhasil kami amankan beberapa saat usai kejadian, lalu kami bawa ke Mapolres,” ujar Kasatreskrim. Sedangkan korban, lanjutnya, dievakuasi ke RSUD Mala.

Kasatreskrim menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya korban.

“Tersangka merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2007 silam, yang sempat mendapat putusan hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya.

Laporan : Atriani Luas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *