Kamis, Desember 12Informasi itu penting

3 Pemuda Desa & 1 Oknum Mahasiswi Penyebar Hoaks Di Kalteng Meminta Maaf

Pulang Pisau – Kalteng,  BARABERITA.COMSabtu, 21/09/2019 – Setelah sebelumnya Bidang Humas Polda Kalteng memanggil dan membina tujuh oknum mahasiswa yang menyebarkan berita bohong (hoaks) tetang adanya Kayau (orang mencari kepala manusia, red) untuk tumbal pembangunan Jembatan Bukit Rawi.

Kali ini, giliran tiga pemuda warga Desa Pangi Banama Tingang, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan seorang oknum mahasiswi universitas ternama di Kota Palangka Raya terpaksa berurusan dengan Bidang Humas Polda Kalteng, Jum’at (20/9/2019) siang.

Hendrawan (22), Wardi Anto (20) dan Dandy Marjuki (18) tiga pemuda yang hanya tamat SMA ini, menyebarkan hoaks tentang kayau melalui grup-grup whatsapp secara berantai.

Sedangkan Windi Agustina Putri (19) mahasiswi asal Desa Bawan Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantann Tengah (Kalteng) ini dipanggil Humas Polda Kalteng karena diduga telah menyebarkan hoaks tentang adanya Kayau di Bukit Rawi, Pulpis melalui akun facebook pribadinya.

“Hasil patroli siber yang dilakukan oleh Tim Cyber Troop Bidhumas, kami menemukan grup-grup whatsapp dan sebuah akun facebook dengan nama Windi Agustin mengunggah informasi yang mengatakan kalau di daerah Bukit Rawi ada Kayau atau orang mencari kepala untuk tumbal pembuatan jembatan,” beber Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mewakili Kapolda Irjen Pol Drs Ilham Salahudin, S.H., M.Hum dalam rilisnya, Sabtu (21/9/201) siang.

Hendra menerangkan, Windi mendapatkan informasi tersebut dari adiknya yang masih sekolah di SMAN Banama Tingang. Sementara adiknya mendapatkan informasi tersebut dari teman sekolahnya yang katanya sepupunya dihadang orang di Bukit Rawi.

Sedangkan Dandi Marjuki, Wardi Anto dan Hendrawan mendapatkan informasi dari akun facebook Windi Agustin.

“Saya menegaskan, tidak ada Kayau atau orang yang mencari kepala manusia untuk tumbal pembangunan jembatan. Informasi tersebut adalah hoaks,” tegasnya.

Bidhumas kemudian melakukan pembinaan terhadap empat pelaku penyebar hoaks agar mereka bijak bermedia sosial.

“Sebagai sanksi sosial, mereka kami perintahkan untuk membuat pernyataan permohonan maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi baik secara tertulis maupun lisan, kemudian kita viralkan agar menjadi pelajaran bagi warganet yang lain,” pungkasnya.(humas)

Laporan : Rzjasani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE