Kamis, Oktober 29Informasi itu penting
Shadow

Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan Dalam Rangka Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona ( Covid -19 ).

Balikpapan – Kaltim,  Baraberita.com – Sabtu, 14/03/2020 – Pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2020 Pukul 14.20 Wita telah berlangsung kegiatan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona ( Covid -19 ).

Rapat berlangsung di Aula Rumah Dinas Jabatan Walikota Balikpapan jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Rapat dipimpin langsung oleh H. M. Rizal Effendi, S.E (Walikota Balikpapan), selain H.M. Rizal Effendi, S.E (Walikota Balikpapan) hadir pula  Kolonel Pnb Hendrayansyah, S. Sos  (Danlanud Dhomber Balikpapan), Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa (Dandim 0905/BPP), AKBP Sabril Sesa (Wakapolresta Balikpapan), Mayor Laut (P) Khairul Anwar (Mewakili Danlanal Balikpapan), Ridho Iwan (Korwil II Binda Kaltim), Fitri (Anggota Komisi IV DPRD Prov. Kaltim), Sayid M. Fadli (Sekdakot Balikpapan), Syaiful Bahri (Asisten 1 Pemkot Balikpapan), Para Kadis dan Kabag Pemkot Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarti (Kepala DKK Kota Balikpapan), Sudrajad (IDI Balikpapan), Ratih Cokorda (Direktur RSUD Beriman), Camat Se – Balikpapan.

Adapun sambutan H.M. Rizal Effendi, S.E (Walikota Balikpapan), Sebagai berikut :

  • Bahwa rapat ini membahas tentang virus Corona karena saat ini eskalasinya sudah meningkat.
  • Ruang isolasi di RSKD Balikpapan sudah tidak cukup lagi, karena saat ini sudah mengisolasi 4 orang.
  • Ada perintah dari Pemerintah Pusat agar menyemprot/mensterilkan bandara dengan Disinfektan, namun Disinfektan tersebut tidak tersedia.
  • Tenaga yang terlibat dalam menangani kasus ini belum siap dalam pengambilan swab/sampel air liur.
  • Kita belum menguasai media untuk menjaga kerahasiaan pasien yang suspec virus Corona.
  • Besok pukul 14.00 Wita kita akan mengadakan rapat dengan Dewan Masjid, Rumah Sakit, Travel dan Hotel yang ada di Balikpapan terkait dengan virus Corona.

Sambutan dr. Andi Sri Juliarti (Kepala DKK Kota Balikpapan), Sebagai berikut

  • Perkembangan terakhir terkait Covid – 19, 4 kasus di RSKD Balikpapan, dari 4 kasus  hasilnya negatif dan yang sudah pulang 3 dari 4 pasien dengan hasil Negatif.  Namun satu pasien hasil kesepakatan Dokter dan Dinas Kesehatan dipulangkan karena hasil belum keluar namun kondisi membaik.
  • Bahwa di Indonesia terjadi 69 kasus dan 4 meninggal dunia.
  • Dari 13 kasus yang ada di Balikpapan, 7 kasus sudah keluar dari isolasi, kasus 8-11 masih berada di RSKD Balikpapan,  Kasus 12-13 merupakan pekerja dari PT. Thiess 1 di RSUD Beriman dan 1 ditempatkan di RSPB.
  • Terdapat satu permasalahan yang timbul dari pekerja PT. Thiess yang tersebar foto ke Media Sosial dan setelah diselidiki ternyata security RSUD sendiri yang membocorkan  dan akan diberikan sanksi.
  • Kasus Covid – 19 di Solo yang meninggal dunia terdeteksi melakukan kontak dengan warga Balikpapan dan saat ini orang tersebut sedang diisolasi di RSKD Balikpapan.
  • Selain permasalahan ruangan juga terdapat permasalahan tenaga Dokter yang tidak mempunyai keterampilan untuk mengambil Swab/sampel pasien.
  • Terkait permasalahan alat pelindung akan dialokasikan untuk Kota Balikpapan dan Desinfektan masih sangat langka dan penyemprotan cairan Desinfektan di Bandara masih terkendala cairan.
  • Alat pengukur suhu tubuh yang ada di bandara saat ini di pindahkan, sehingga Dokter harus naik ke pesawat memeriksa penumpang satu persatu secara manual.
  • Rumah Sakit rujukan yang ada di Balikpapan yaitu RSKD Balikpapan.
  • Ada Kepres tentang pembentukan tim penanganan Covid – 19 yang di ketuai Kepala BPBD atau Sekda.

Sambutan Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa (Dandim 0905/BPP), Sebagai berikut :

  • Kebijakan TNI dalam menghadari virus Corona, seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa sementara dihentikan sambil menunggu kebijakan lebih lanjut.
  • Terkait upacara pembukaan TMMD ditiadakan  dan langsung diperintahkan bekerja.
  • Kegiatan program yang sifatnya mengerahkan massa juga dihentikan sementara waktu.
  • Dalam memeriahkan HUT Balikpapan ke – 123 kita mempunyai kegiatan lomba ketinting, namun kegiatan tersebut kami hentikan.
  • Dengan pertumbuhan virus Corona yang semakin cepat, saat ini yang paling sulit dibendung yaitu arus manusia, untuk itu kita harus membatasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa.
  • Dalam menghadapi situasi saat ini kita harus mengambil langkah kontinjensi, kita harus berani mengambil langkah diluar kebiasaan.
  • Saran kami agar RSKD Balikpapan dijadikan rumah sakit observasi dan isolasi khusus dengan pertimbangan rumah sakit tersebut masih jauh dari lingkungan penduduk.
  • Kita harus mengerahkan seluruh tenaga medis yang ada di Balikpapan guna menangani kasus ini.

Adapun penyampaian Ny. Fitri (Anggota Komisi IV DPRD Prov. Kaltim), Sebagai berikut :

  • Sejauh ini DPRD Prov. Kaltim belum melakukan tindakan secara khusus dalam menghadapi isu virus Corona.
  • Kita sudah melaksanakan monitoring dibeberapa rumah sakit di Kab/Kota terkait kekurangan fasilitas yang ada.
  • Khusus pertemuan di Balikpapan ini saya bersifat menyerap informasi, dan hari Senin kami akan melaksanakan rapat dengan OPD terkait isu ini.

Adapun penyampaian Sudrajad (IDI Balikpapan), Sebagai berikut  :

  • Kita siap mendukung semua dalam menghadapi permasalahan ini.
  • Seluruh negara didunia sebagian sudah banyak terjangkit virus Corona.
  • Langkah – Langkan dalam menghadapi hal ini kita harus mengajukan alat PCR di Kaltim khususnya di Balikpapan.
  • Bahwa pemerintah pusat sudah membentuk satuan gugus tugas, saya meminta agar gugus tugas itu diaktifkan di Balikpapan.
  • Terkait dengan penyampaian Menteri Kesehatan kami tidak setuju yang mengatakan bahwa ” yang sakit yang menggunakan masker dan yang tidak sakit tidak perlu”. Seharusnya yang sakit maupun tidak semuanya menggunakan masker karena satu sama lain tidak mengetahui apakah itu sakit atau tidak.

Adapun Penyampaian Kolonel Pnb Hendrayansyah (Danlanud Dhomber Balikpapan), Sebagai berikut :

  • Kami tidak mengetahui  tentang ruang guest house Lanud Dhomber akan digunakan untuk ruang isolasi oleh PT. Thiess, karena awal izinnya untuk tempat tinggal saja.
  • Terdapat Fasilitas umum yang digunakan dan cukup ramai yaitu Masjid dan Gereja. Kami menghimbau untuk sementara membawa sajadah masing – masing dan untuk jabat tangan sementara ditiadakan.
  • Kami baru saja mengirimkan siswa SMA Pradita beserta orangtua pendamping ke daerah Solo menggunakan pesawat TNI AU dan langsung masuk ke Ksatrian,  jadi kemungkinan tidak terinfeksi virus.

Adapun Penyampaian AKBP Sabril Sesa (Wakapolresta Balikpapan), Sebagai berikut :

  • Pencegahan Covid-19 sudah ada himbauan dari Presiden terkait bagaimana cara mencegahnya.
  • Jangan panik karena dengan munculnya Covid-19 juga banyak berita hoax yang muncul sehingga meresahkan masyarakat.
  • Kegiatan yang sedang berlangsung sementara ini sepak bola yang banyak dihadiri massa, dan kami siap mengamankan.

Adapun Penyampaian Mayor Laut (P) Khairul Anwar (Mewakili Danlanal Balikpapan), Sebagai berikut :

  • Minggu depan rencana akan ada kedatangan Taruna AL di Balikpapan, namun dalam situasi seperti ini kemungkinan akan dibatalkan.
  • Selain itu juga akan ada kegiatan kunjungan kehormatan dari beberapa pejabat namun dengan situasi seperti ini kemungkinan akan kita batasi.
  • Hasil rapat terkait kunjungan kapal pesiar Australia ke Balikpapan bahwa kapal tersebut tidak diijinkan untuk berlabuh ke Balikpapan dikarenakan situasi yang seperti ini.

Adapun Penyampaian Sayid M. Fadli (Sekdakot Balikpapan), Sebagai berikut  :

  • WHO meminta kepada Indonesia untuk darurat Nasional, dan Pemerintah mengeluarkan Kepres tentang kasus ini bukan darurat Nasional.
  • Sehingga anggaran yang kita gunakan yaitu anggaran yang peruntukannya bukan darurat Nasional.
  • Tadi kami bertemu dengan Menpora, terkait kasus ini Menpora akan mengeluarkan himbauan agar olah raga tetap berjalan, yang perlu dibatasi adalah kegiatan indoor, untuk kegiatan outdoor tetap dibatasi tetapi tergantung situasi didaerah masing – masing.
  • Kita perlu menghimbau kepada Dewan Masjid, agar melakukan pembersihan terhadap Masjid dan tempat ibadah lainnya dengan Desinfektan.
  • Kita perlu memberikan batasan yang sifatnya himbauan terhadap kegiatan yang mengumpulkan massa banyak.

Adapun Penyampaian Ratih Cokorda (Direktur RSUD Beriman), Sebagai berikut :

  • Bahwa di RSUD Beriman Balikpapan telah menangani satu pasien suspec virus Corona.
  • Kami sudah menyiapkan satu ruang isolasi walaupun belum terstandarisasi.
  • Terkait masker kita sudah melakukan stok, namun kami dibatasi 2. 000 masker sebingga hal itu mungkin tidak cukup.
  • Terkait penanganan lanjutan terhadap pasien  kami sudah melaksanakan koordinasi dengan RSKD Balikpapan.

Adapun Penyampaian  Ridho Iwan (Korwil II Binda Kaltim), Sebagai berikut  :

  • Terkait dengan pasien susupec virus Corona di Balikpapan kami sudah melakukan tracking terhadap aktifitasnya.
  • Terkait dengan informasi harus melalui satu pintu seperti di DKI Jakarta dan Jawa Barat

Bahwa Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Balikpapan membahas permasalahan tentang virus Corona dan cara penanganannya,  yang mana saat ini virus Corona di Indonesia  eskalasinya semakin meningkat.

Rancana pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2020 pukul 14.00 Wita akan dilaksanakan rapat bersama Dewan Masjid, Rumah Sakit, Travel dan Hotel yang ada di Balikpapan membahas tentang virus Corona.

Laporan : OBIS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *