Minggu, Oktober 25Informasi itu penting
Shadow

Forkopimda Kabupaten Paser Bahas Perkembangan Virus Corona

Tanah Paser – Kaltim,  Baraberita.com – Kamis, 19/03/2020 – Bupati Paser melalui Sekda Paser Katsul Wijaya melaksanakan Coffee Morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Paser,  para Asisten,  Kepala SKPD dan Kabag di lingkungan Pemkab Paser di ruang Rapat Sadurengas,  Rabu (18/3).

Dalam coffee morning tersebut, OPD yang terkait langsung dengan aksi pencegahan virus corona diberi kesempatan untuk memaparkan upaya yang sudah dilakukan diantaranya Dinas  Kesehatan dan  Rumah Sakit Daerah Panglima Sebaya.

Sekda Katsul mengungkapkan, melihat perkembangan dan situasi di tanah air terkait virus corona, Kabupaten Paser  masih sebagai wilayah aman,  namun tidak boleh terlena dan harus tetap mengambil langkah positif.

Konteksnya dari berbagai masukan, jangan membuat masyarakat panik dan jangan ada kekhawatiran terlalu jauh terkait dengan virus corona.

Sekda lalu meminta agar seluruh kepala OPD dan jajaran di wilayah Kabupaten Paser termasuk Camat, Lurah dan Kepala Desa  untuk segera melaksanakan, antisipasi terhadap Coronavirus disease (Covid – 19).

Sementara, definisi kata orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), di seluruh Kabupaten Paser  itu ada. Terutama orang yang pernah bepergian ke luar negeri atau yang mereka pulang umrah dan tenaga kerja asing.

Saat menyampaikan perkembangan kasus  Covid -19 di Kabupaten Paser,
Kadis Kesehatan Amir Faisol menyatakan bahwa saat ini belum ada warga yang terjangkit virus corona.

“Saat ini belum ditemukan warga yang positif terkena virus Corona dan mudahan seterusnya tidak ada, ” kata Amir Faisol.

Namun demikian, diakui Faisol, masih ada satu orang  pasien di RS Panglima Sebaya dalam pengawasan dan saat ini  dikarantina.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD Panglima Sebaya dr  Ida Bagus Ngurah Eka Wesnawa. Menurut Eka, sebelumnya  ada tiga pasien dalam pengawasan yang dirawat di rumah sakit, dua diantaranya sudah keluar karena negatif virus Corona, tinggal satu orang pasien dikarantina.

“Tetapi bukan terpapar virus Corona, kebetulan si pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Kami lakukan karantina karena yang bersangkutan mengalami sesak nafas, ” kata Eka menjelaskan.

Terkait pengawasan, selanjutnya Amir  Faisol menyebutkan  sampai dengan saat ini terus menjalin koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pondong yang menjadi pintu masuk kapal asing ke Paser.

“Tak hanya memantau anak buah kapal yang sebagian besar warga asing tetapi juga tenaga kerja lokal yang menjadi buruh bongkar muat kapal. petugas kami di puskesmas selalu memantau kondisi buruh  bongkar muat, ” katanya. (humas)

Laporan : Rendra Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *