HUT PJI (PERSATUAN JURNALIS INDONESIA) KE 19

Foto Bersama Pengurus DPP PJI Dan Para Undangan

SYUKURAN 19 TAHUN PJI SEDERHANA DAN KHIDMAT NAMUN SEMARAK. DIAPRESIASI INSTANSI FORPIMDA YANG HADIR.

Surabaya, LP.-   ‘Saya sangat mengapresiasi semua anggota PJI yang telah memperlihatkan kerja sama yang sangat hebat hingga Perhelatan ini dapat terlaksana. Persiapan 8 hari, biaya pelaksanaan urunan. Jadi. saya rasa tak ada satu katapun yang mampu mengungkapkan kerja sama dan persatuan ini. Ditengah kesibukan masing-masing sebagai Jurnalis, masih meluangkan waktu demi terlaksananya kegiatan organisasi. Sekali lagi, hebaat. Terima kasih teman’,  begitu Hartanto Boechori, Ketua Umum PJI membuka sambutannya dalam acara syukuran 19 tahun kehadiran Persatuan Jurnalis Indonesia/PJI di kancah jurnalistik Nasional/Internasional yang digelar sederhana namun khidmat di Gedung BK3S Convention Center Surabaya, Jum’at  22/12/2017 sore sampai tuntas jam 23.30, disambut applaus meriah

‘PJI tidak mengedarkan proposal permohonan bantuan dana kepada instansi manapun. Kalau ada siapapun yang mengatas namakan PJI minta-minta bantuan dana, silahkan langsung ditangkap’. Demikian disampaikan  Boechori. Dilanjutkan, ‘acara inipun terlaksana berkat kerja sama dan urunan sukarela anggota PJI. Ada yang urunan dana, urun tenaga dan waktu, ada yang atur sana atur sini….. Pokoknya kerja sama hebat’, tegasnya disambut aplaus seluruh pengunjung.

‘Jurnalis pilar keempat demokrasi, mempunyai fungsi sangat strategis dalam perjalanan peradaban dunia, khususnya bagi Bangsa dan Negara kita. Karena itu, jurnalis diharapkan bijak dalam karya-karya jurnalistiknya. Jurnalis diharapkan berdemokrasi secara sejuk demi keutuhan NKRI. Jurnalis adalah intelektual yang wajib tanggap dan tidak mengunggah berita hoax karena setiap informasi yang didapat, wajib diferifikasi terlebih dahulu’, amanat Boechori. ‘Baru dapat disebut jurnalis bila menjalankan amanat undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers dan menjalankan kode etik jurnalistik (KEJ). Harus dipertanyakan bila mengaku jurnalis, namun mengunggah atau memberitakan hoax’, demikian tegasnya.

Boechori juga memaparkan sejarah berdirinya PJI dan berbagai karya PJI yang berdaya guna bagi Bangsa dan NKRI. “PJI sejak awal memperjuangkan agar Undang-undang Nomor 40 tahun ‘99 tentang Pers diperlakukan sebagai lex specialis. Kalau dulu yang digunakan adalah KUHP, tetapi sekarang adalah Undang-undang Pers’. Boechori juga menjelaskan bahwa hanya PJI/Persatuan Jurnalis Indonesia dibawah kepemimpinannya yang terdaftar resmi di Negara dan diakui Dewan Pers. Dalam kesempatan itu, Bochori juga menyinggung tentang beberapa waktu lalu ada pihak lain menggunakan nama Persatuan Jurnalis Indonesia/PJI, namun sesuai saran lisan maupun tertulis dari Ketua Dewan Pers, telah dilakukan somasi terbuka dan somasi surat kepada yang bersangkutan.

Acara dihadiri 178 orang (sesuai daftar hadir) termasuk Gubernur Jatim diwakili Kepala Bakesbangpol Jatim Jonathan Yudianto, Kapolda Jatim diwakili AKBP Fadli dari Bid Humas Polda Jatim, Pangdam V Brawijaya diwakili Mayor Eko dari Pendam V Brawijaya, Danrem Bhaskara Jaya diwakili Dandim 0831/Surabaya Timur   Letkol. Inf. Lukman Hakim, dan Kepala Dinas Kominfo Jatim diwakili Eko, dibuka lebih lambat dari jadwal semula karena force majeur, sejak sore hujan dan terjadi kemacetan parah di beberapa titik kota Surabaya.

Subagiyo Herry Supriyanto, Pemimpin Redaksi Koran Sidik Nusantara ‘ketiban sampur’ memimpin doa pembuka, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya. Setelah itu pembacaan Kode Etik Jurnalistik disampaikan secara apik oleh Sri Sudarti dari Departemen Hukum dan HAM PJI.

Panitia pelaksana sekaligus Humas PJI Jentar Sitinjak yang juga Pemimpin Redaksi BeritaKorupsi.co itu, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua anggota PJI atas kerjasamanya melaksanakan acara syukuran yang dipersiapkan tidak sampai 10 hari itu. Jentar juga meminta seluruh anggota PJI lebih kompak  lagi di masa mendatang. Disampaikan juga pesan moral agar jurnalis menjadi penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Untuk itulah PJI ada sebagai wadah pemersatu untuk menjadikan jurnalis yang proposional dan profesional.

Gubernur Jatim dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Jonathan Yudianto, pada intinya mengingatkan para jurnalis agar selalu sejuk dalam melakukan pemberitaan karena “pena” wartawan itu tajam dan mengajak para jurnalis untuk memahami wawasan kebangsaan sebagai pemersatu NKRI, khususnya dalam waktu dekat ini dalam rangka Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah, Red) dan Pilpres (Pemilihan Presiden, Red.).

Hal senada disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin melalui AKBP Fadly, agar wartawan bekerja secara professional sebagaimana dalam Kode Etik Jurnalis serta menghindari pemberitaan yang bersifat “Hoax”.

Setelah berbagai protokoler, makan bersama, dilanjutkan hiburan elekton plus pimpinan Ifan serta penyanyi Fia Mirada dan Nur Viandra, diselingi pembagian doorprize. Acara berakhir jam 11.30 setelah penyerahan undian hadiah utama Magic com oleh Ketua Umum PJI kepada Imam Triono. Sugik/Hisyam

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *