Kamis, Desember 12Informasi itu penting

Pramupadi Provinsi Kaltim Adakan FGD untuk Susun Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah

Samarinda – Kaltim,  BARABERITA.COM – Jum’at, 20/09/2019 – Focus Group Discussion (FGD) II ini diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi tentang mata pelajaran muatan lokal, yang akan diajarkan di semua sekolah tingkat SMA/SMK/SMALB di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pramupadi Provinsi Kaltim bertempat di Hotel Grand Sawit Samarinda. (18/9).
Muatan Lokal Kalimantan Timur ini adalah implementasi Peraturan GubernurNomor 48 tahun 2017 tentang Muatan Lokal pada SMA/SMK/SMALB di Provinsi Kalimantan Timur.
Muatan Lokal ini diamanahkan pengerjaanya kepada Perkumpulan Ahli Manajemen Mutu Pendidikan Indonesia (Pramupadi) Kaltim. Pramupadi merupakan organisasi independen yang dibentuk kurang lebih 5 tahun yang lalu.
Penyusunan materi muatan lokal ini terdiri dari Kurikulum, Silabus dan buku bahan ajar yang berisi Mulok Prov. Kaltim yaitu: Bahasa Daerah (Kutai, Dayak, Paser dan Berau) untuk kelas X, Seni Budaya untuk kelas XI dan Sumber Daya Alam/Genetik untuk kelas XII.
Ketua Penyelenggara Dr. Elbadiansyah, M.Pd dalam laporannya menyampaikan kegiatan FGD kali ini merupakan kali kedua dan untuk kali pertama dilaksanakan uji publik materi dihadapan praktisi pendidikan.
“Adapun FGD I (pertama), uji publik materi dihadapan praktisi pendidikan yaitu Kepala Sekolah, Dinas terkait, Dewan Kesenian, Taman Budaya, tokoh adat dan lainnya tingkat Kota Samarinda.” ungkapnya.
Selain itu, Ketua Pramupadi Prov. Kaltim Prof. Dr. H. Dwi Nugroho menyampaikan dalam kegiatan ini diharapkan adanya masukan dan informasi yang berguna untuk memperbaiki produk-produk yang disusun.
“Kami bergerak menyusun kurikulum muatan lokal, kita mencoba berfikir melahirkan kurikulum yang mudah-mudahan dapat mencapai hasil yang baik dan berguna untuk meperbaiki produk-produk yang kami susun.” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekertaris Disdikbud Drs. Djhoni Topan dalm sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan latar belakang hadirnya Mulok bahwa alam dan budaya perlu dilestarikan.
“Latar belakang Muatan Lokal ialah bahwa alam dan budaya sama-sama perlu dilestarikan ke generasi selanjutnya. Kurikulum Mulok (Bahasa Daerah, Seni Budaya, Sumber Daya Alam/Sumber Daya Genetik) diharapkan dapat mengubah karakter anak menjadi lebih positif.
Dalam penyusunan materi, Pramupadi mengawalinya dengan melakukan rapat-rapat dan diskusi internal Pengurus Pramupadi Kaltim sejak Desember 2018, selanjutnya melakukan survey dan pendataan bahan ke 4 Kabupaten sebagai fokus, yaitu Kabupaten Paser, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat mewakili Kabupaten lainnya.
Selain itu melakukan studi banding ke Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan, juga melakukan audensi ke Pusat Kurikulum dan Pusat Perbukuan di Jakarta dengan memaparkan materi Kurikulum Mulok Kaltim.(humas)
Laporan : Eni Fajriani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE