Minggu, April 5Informasi itu penting

Asisten Administrasi Paser Arief : Semua Harus Berkomitmen Mengantisipasi Segala Kemungkinan Jika Terjadi Bencana Alam

Tanah Paser – Kaltim,  Baraberita.com – Rabu, 26/02/2020 – Bupati Paser melalui Asisten Administrasi Umum Setda Paser Arief Rahman mengatakan, penyelenggaraan apel gelar pasukan Karthutla merupakan langkah preventif kesiapsiagaan dalam menghadapai kondisi cuaca ekstrim dan perubahan musim, dimana pada musim hujan ataupun musim kemarau sama-sama rawan terjadi bencana baik itu musibah banjir, tanah longsor maupun kebakaran hutan dan lahan.

Selama ini  menurut Arief, Kabupaten Paser memang termasuk daerah di Provinsi Kaltim dengan titik rawan bencana yang tidak terlalu signifikan. Namun demikian, kesiapsiagaan terhadap bencana tetap harus di galakkan sehingga jika terjadi musibah termasuk kebakaran hutan dan lahan, tentunya  sudah sangat siap dalam menanggulangi dan mengendalikannya.

Hal ini dikatakan Arief saat membacakan sambutan tertulis Bupati Paser dalam  Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan dan Antisipasi Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser, Rabu (26/2).

Oleh karena itu lanjut Arief,  semua harus berkomitmen untuk mengantisipasi segala kemungkinan jika terjadi musibah atau bencana alam dan komitmen tersebut hendaklah menjadi kesepakatan  baik Pemkab, TNI dan Polri  maupun segenap instansi vertikal, dunia usaha, LSM, serta seluruh lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama mempunyai rasa tanggungjawab dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan agar tidak terjadi musibah bencana alam seperti kebanjiran, tanah longsor dan kebakaran.

“Melalui kegiatan ini tentu memberi pesan positif serta menambah keyakinan masyarakat terhadap sinergi segenap unsur pemerintah dan semua elemen dalam keseriusan dan kesiapsiagaan penanggulangan dan pengendalian bencana alam,” katanya.

Selanjutnya Arief  menghimbau untuk tingkatkan aktivitas patroli, dan perondaan sekaligus penyuluhan, tingkatkan bimbingan dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat luas agar masyarakat petani dan peladang tidak melakukan pembakaran dalam penyiapan lahan.

“Selain itu untuk tingkatkan koordinasi antar pihak terkait dan optimalkan kerja sama khususnya dengan masyarakat sekitar serta wujudkan komitmen para pimpinan perusahaan untuk benar-benar tidak melakukan pembakaran dan bersedia ditindak bagi yang melanggar peraturan,” sebutnya.

Masih pesan Arif, pastikan kesiapsiagaan personil, peralatan, logistik dan dana apabila sewaktu-waktu harus segera dioperasionalkan, jangan hanya janji pesan kosong dan slogan semata, namun harus benar-benar diwujudkan dilapangan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.(humas)

Laporan : Dwi Paramitha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *