26 Februari 2021

Warga Dembe II Kota Gorontalo Butuh TPS ( Tempat Pembuangan Sampah )

Sampah dibuang warga dipinggir jalan

Gorontalo, BARABERITA.COM 30/01/2018 Tidak adanya TPS dan kurang disiplinnya warga dalam membuang sampah menyebabkan tersumbatnya saluran air seperti sungai, selokan atau parit pada akhirnya menyebabkan banjir, penumpukan sampah kali ini terjadi  bukan karena hujan atau pun air pasang, sampah sengaja dibuang kealiran sungai dan menyumpabat aliran air sehingga menyebabkan banjir, banjir yang di akibatkan tumpukan sampah yang ada di saluran air atau drainase, seperti yang terjadi di Kelurahan Dembe II Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo dimana didaerah tersebut tidak ada TPS,  warga  mengeluhkan tidak adanya TPS,  mau buang sampah terpaksa buang sampah ke saluran drainase. TPS (tempat pembuangan sampah) merupakan suatu media yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga.

Saluran drainase tersumbat sampah

Dengan adanya TPS akan memudahkan warga untu membuang sampah, kami berharap perhatian pemerintah tentang hal ini dan ini  akan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat baik itu untuk kesehatan ataupun kebersihan lingkungan. Keberadaan TPS di setiap kelurahan/desa sangat memprihatinkan dimana TPS yang dimiliki masing-masing kelurahan merupakan TPS yang sifatnya sementara karena lahan yang dijadikan sebagai TPS bukan milik pemerintah sehingga kebebasan untuk membuang sampah sangat terbatas, karena itu dengan kondisi seperti ini akan melahirkan penumpukan sampah yang tersebar dimana-mana bahkan sampai ke aliran drainase dan efeknya dapat mencemari lingkungan ujar Ato 35 thn nama samara. warga Dembe II. Warga berharap dalam waktu dekat keberadaan TPS yang sifatnya permanen sangat dibutuhkan masyarakat agar batasan dalam membuang sampah tidak ada. Danpak dari sampah yang tidak terkontrol (berserakan) diberbagai tempat sangatlah patal dimana sampah merupakan media dari berbagai bakteri atau kuman menimbulkan berbagai macam penyakit yang menyerang diri kita sendiri.

Laporan : Iren Sy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *