Tahun Ini Warga SMA Negeri 5 Balikpapan Potong 12 Ekor Hewan Qurban

Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Rabu, 21/07/2021 – Keluarga besar SMA Negeri 5 Balikpapan melaksakanan Pemotongan Hewan Qurban sebanyak 12 ekor yang terdiri dari 7 ekor sapi dan 5 ekor kambing berasal dar : SAPI No. 1 atas nama

  1. KEL. WAHYUDI BIN SUKADI (B. WIWIET)
  2. IBU ARKANAH BINTI GUSTI ALWI
  3. IBU EMYATI BINTI KASIM
  4. AZARI KURMIA RAHMASARI BINTI PRIYO SUTOPO
  5. JEFRAN ARDIYA SAYUTI BIN AHMAD SAYUTI (XII IPS 2)
  6. IBU HILDA SAFARINA BINTI MOHAMAD YASIN
  7. BAPAK MAHBUDI BIN SURADI (B. YUPIT)

SAPI No. 2 atas nama

  1. MUHAMMAD RIZKY DZAKWAN BIN EDY JUFRIADI (XI IPS 4)
  2. MUHAMMAD ARI PURNOMO BIN AGUS (XII IPS 2)
  3. BAPAK PARLI BIN PAILING (B. MAHIR)
  4. BAPAK EDY SUGIANTORO BIN SAJI HARDJOSUPATMO (B. NURUL HIDAYATI)
  5. BAPAK HANANTO S BIN R. SISWO MARTONO
  6. BAPAK ARIEF RACHMANSYAH BIN ISYONO WIDODO (B SILMY)
  7. UMAIR ALI BASSAM BIN HERMAN

SAPI No. 3 atas nama :

  1. SUGENG GUNARTO BIN SOEDARNO
  2. DESTI SETIAWATI BINTI SAUKANI BADAR
  3. TYARA FRAMESWARI BINTI SUGENG GUNARTO
  4. DWI RISKA RAHMANIAR BINTIN SUGENG GUNARTO
  5. MUHAMMAD ZACKY AFRISAL BIN SUGENG GUNARTO
  6. MUHAMMAD AZKHA AFIZAL BIN SUGENG GUNARTO
  7. MULIANA BINTI MUNAJ

SAPI No. 4 atas nama  NAUFAL FAUZAN BIN CHAIRUR ROZIKIN (XII IPA 4)

SAPI No. 5 atas nama  Keluarga  ARYO CHANDRA DINATA BIN SUYATMONO (XII IPA 2)

SAPI  No. 6 dan 7 SUMBANGAN SISWA

KAMBING No. 1 atas nama  MUHAMMAD RISKI BIN DODI (XI IPS 2)

KAMBING No. 2 atas nama  DUSTIN REXALDO ANDRIAN CHAN BIN DRIAN ALIM JANUARTA (XII IPA 2)

KAMBING No. 3 atas nama AHMAD DZAKIR MAHBUB ILAHI BIN MUHAMMAD HAMZAH (B. SRI SULASTRI)

KAMBING No. 4 atas nama  ANDI SYAHRIR BIN MATTOTORANG (SHULA SASI MAIRADHANI – X FATMAWATI)

KAMBING No. 5 atas nama  NABILA SEPTIANI PUTRI BINTI BISYRI MUSTHOFA (XI IPS 4)

Adapun daging qurban tersebut telah dibagigakan  kepada yang berhak menerimanya yaitu siswa-siswi tidak mampu, wagra disekitar sekolah, tukang sapu jalan, pedagang kaki lima yang ada di Taman Tiga Generasi kota Balikpapan.

Kepala Sekolah SMA Negeri Balikpapan Drs. H. Imam Seger Sujai, M.Pd, didampingi Drs. Suwarno Karim Rubai, M.Pd, selaku panitia, Haji Imam  kepada Baraberita.com menyampaikan bahwa “ Syariat ini telah dituntunkan bagi umat Islam yang turunnya dilatarbelakangi kejadian di zaman kehidupan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim, kala itu, mendapatkan mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail.

Bukan hal mudah untuk Nabi Ibrahim menjalankan mimpi tanda kenabiannya itu. Sebab, Nabi Ibrahim telah menanti lama untuk memiliki seorang putera. Istri pertama Nabi Ibrahim, Sarah, telah lama belum dikaruniai anak. Ketika Sarah semakin menua dan belum juga diberikan anak, dia meminta agar Nabi Ibrahim menikahi Siti Hajar, budaknya. Dari pernikahan dengan Siti Hajar, lahirlah Nabi Ismail. Saat itu usia Nabi Ibrahim telah menginjak 86 tahun.

Lalu, saat Nabi Ismail tumbuh dewasa, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi agar menyembelih putera beliau. Meski awalnya ragu apakah mimpi itu wahyu atau bukan, Nabi Ibrahim lantas meyakini hal tersebut perintah dari Allah. Nabi Ismail bisa menerima perintah itu meski cukup berat bagi sang ayah. Ketika waktunya tiba, Nabi Ismail pun hendak disembelih. Atas kuasa Allah, Nabi Ismail pun diganti dengan hewan sembelihan. Dan, akhirnya, peristiwa berkurban inilah yang kemudian menjadi syariat atas umat Islam dengan hewan sembelihan. Perintah kurban dalam Al Quran Allah telah memerintahkan untuk berkurban bagi Islam melalui berbagai ayat dalam Al Quran”.

Perintah tersebut dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut : – Berkurban untuk mendekatkan diri pada Allah “Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2) Melansir laman Dompet Dhuafa, perintah berkurban tampak jelas dalam surah Al Kautsar ayat 2. Pada ayat tersebut menyatatakan bahwa berkurban merupakan sebuah upaya dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, di samping melalui shalat. – Berkurban untuk berserah diri pada Allah, berbagi dengan sesama, dan sebagai bentuk ketakwaan

“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.” (QS: Al-Hajj: 34) Dalam surah Al Hajj ayat 34 juga disebutkan mengenai syariat berkurban. Menyembelih hewan kurban adaah bentuk syukur dan berserah diri hamba pada Allah. Di samping itu, hewan sembelihan yang menjadi kurban merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah untuk manusia. Perintah tersebut lantas dilanjutkan pada surah Al Hajj ayat 36-37,

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” Dengan berkurban, menurut surah Al Hajj 36-37, turut menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Lalu, inti dari berkurban adalah bentuk ketakwaan karena bukan daging dan darah hewan kurban yang bisa mencapai keridhaan Allah. Melansir laman Kemenag, beribadah qurban juga menuntut keikhlasan dari pelakunya, lepas dari sikap riya’ atau pamer. – Berkurban sebagai bentuk berserah diri pada Allah “Katakanlah (wahai Muhammad):

Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri.” (QS. Al-An’am: 162) Perintah berkurban juga ditemukan dalam surah Al An’am ayat 162. Di sana disebutkan bahwa Nab Muhammad beraksi jika shalat dan ibadah kurban sebagai bentuk pengakuan tidak ada tempat berserah diri kecuali pada Allah”. Tutup Kepsek Imam yang dekat dengan wartawan ini.

Ustadz Sholahuddin Hasan Al Banjari, S.Ag., MSI, Selaku PAI Smala menambahkan bahwa “Saya selaku guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 5 Balikpapan, sangat bangga dengan semangat anak-anak didik yang begitu kompak dalam menggalang dana untuk pelaksanaan qurban tahun ini, walaupun dalam situasi masa pandemi Covid 19 tidak mengurungkan niat mereka, Pelaksaan pemotongan hewan Qurban dilaksanakan dengan protokol kesehatan, penyaluran daging qurban berdasarkan nomor dan diatur sesuai jam pengambilan, ini tujuannya menghindari kerumunan apalagi saat ini masih PPKM”. Imbuh ustadz Sholah.

Laporan : Arimin JW.  –  Photo : Armya

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *