Peringatan Hari Santri 2021 Sekaligus Pemancangan Pertama Gedung Aswaja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Balikpapan Selatan

Balikpapan – Kaltim, Baraberita.com – Minggu, 24/10/2021 – Pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 pukul 09.30 Wita bertempat di Tanah lapang Jl. Mulawarman RT.10 (Depan Ponpes Syaichona Cholil ) Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah dilaksanakan Pengajian umum dalam rangka peringatan hari santri 2021 sekaligus pemancangan pertama pembangunan Gedung Aswaja MWC NU Balikpapan Selatan

Turut hadir dalam acara tersebut, M. Noor sebagai Asisten II Ekobangkesra Sekda Kota Balikpapan, Taufiqurrahman, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Mayor Czi Eko, Pasi Ren Kodim 0905/Balikpapan, Kapten Lek Nurhidayat Kasibase Ops Lanud Dhomber, Kapten Laut (S) Indra Guntara (Lanal Balikpapan Ka Akun), Iptu Siswo, Mewakili Kapolsek Balikpapan Selatan, Nurkholis dari Disdik Kota Balikpapan, Bambang (Lurah Sepinggan ), MUI Kota Balikpapan Habib Mahdar, Rois Suriah PCNU Kota Balikpapan,  KH. M. Abbas Alfas, Konsultan Ustadz Ir. H. Haryono, Pimpinan PCNU Balikpapan Selatan Ustadz Miftahul Ulum, Pengurus PCNU Balikpapan Selatan, Tokoh Agama, Tomas, Toda Balikpapan Selatan, Fatayat NU Balikpapan Selatan

Sambutan Walikota Balikpapan dibacakan oleh Asisten II Ekobanhkesra Sekda Kota Balikpapan, M. Noor sebagai berikut, “Santri itu sejarahnya, menurut ceritanya itu pejuang awalnya dari kemerdekaan yang perlu kita beri semangat. Pada Upacara peringatan Hari santri nasional beberapa hari yang lalu peringatan Hari santri merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada kalangan ulama dan santri yang ikut berjuang dalam upaya mempertahankan bangsa ini untuk meraih kemerdekaan.

Momentum mengajak para santri Indonesia khususnya untuk siap siaga jiwa raga dalam menjaga NKRI, Dulu melawan agresi militer menghadapi peperangan mempertahankan kemerdekaan namun sekarang para santri harus berjuang melawan kemiskinan dan membangkitkan ekonomi menjadi salah satu negara yang tidak hanya menitikberatkan kepada kecerdasan tetapi juga kecerdasan moral dan akhlak serta memiliki peran penting untuk melawan kemiskinan. Oleh karena itu para santri agar terus meningkatkan kualitas dan kewirausahaan sehingga siap menghadapi perkembangan ekonomi ini dan berikan kepada masyarakat, harus bisa menjadi bagian dari penguatan ekonomi Indonesia harus mampu menjadi motor penggerak perekonomia.

Laporan : Budi Abenk

.

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *