Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo Dirlantas Polda Metro Jaya: Semua Sepeda Harus di Jalur Sepeda, Termasuk Road Bike

Jakarta, Baraberita.com – Minggu, 14/03/2021 – Batas kecepatan di jalur sepeda permanen (uji coba) Sudirman – Thamrin adalah 25 km/jam. Sepeda jenis road bike biasa melaju di atas kecepatan maksimal itu. Polisi menegaskan road bike juga harus berada di jalur sepeda, bukan di luar jalur sepeda.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo menyebut semua jenis sepeda sama ketika melintas di jalur tersebut, tak perlu membeda-bedakan. Meski begitu, Dirlantas Polda Metro Jaya memahami kalau road biker merasa jalur sepeda itu terlalu sempit. Namun dirinya tetap meminta agar road biker menggunakan jalur yang sudah disediakan.

Gini, jalur sepeda itu tidak mengenal jenis sepeda. Semua sepeda sama. Artinya, ketika sudah ada jalur sepeda yang permanen, tentu semua sepeda harus masuk ke lajur sepeda yang disiapkan. karena memang undang-undangnya berkata seperti itu. Tidak dibeda-bedakan jenis jalur sepedanya. Saya juga paham bahwa para pengendara yang sepeda road bike mungkin menyangka bahwa jalannya terlalu kecil sehingga kecepatannya tidak memadai untuk kecepatan dari sepeda road bike. Tapi apa pun namanya, jalur yang disiapkan sudah itu. Sehingga nanti perlu kita atur regulasinya dan termasuk juga kita akan atur bagaimana penegakan hukumnya,” jelas Dirlantas Polda Metro Jaya.

Dirlantas Polda Metro Jaya juga memastikan akan mencari solusi terbaik yang bersifat ‘win-win solution‘. Kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi lain, termasuk komunitas pesepeda, sebelum membuat jalur sepeda itu sebagai jalur permanen.

Diketahui, akhir-akhir ini muncul wacana peraturan bagi pesepeda yang keluar dari lajur sepeda permanen Sudirman-Thamrin akan dikenai sanksi tilang. Teramati di Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, laju road bike memang cenderung lebih cepat ketimbang sepeda jenis lainnya. Kadang-kadang kecepatan road bike menyamai kecepatan sepeda motor.

“Nah, tentu nanti sebelum jalur sepeda ini dipermanenkan, kami berencana laksanakan FGD (focus group discussion) atau koordinasi dengan semua instansi terkait. Termasuk juga kita akan mengundang komunitas-komunitas sepeda, Bike to Work, dan sebagainya, sebelum nanti jalur permanen ini betul-betul sudah fix. Sudah tidak lagi dalam tahap sosialisasi dan uji coba. Kita akan atur pelaksanaannya bagaimana, sehingga nanti ada win-win solution,” pungkas Dirlantas Polda Metro Jaya.

Laporan : Muhammad Yahya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *