Dua Orang Dari 3 Korban Kecelakaan Proyek Jalan Tol Manado – Bitung Ditemukan Meninggal Dunia

Manado, BARABERITA.COM Rabu 18/04/2018 Kecelakaan Kerja yang menimpa pekerja jalan tol Manado – Bitung lokasi Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara memakan korban jiwa dua orang yaitu Dedy dan Sugeng keduanya berhasil dievakuasi tim Basarnas, Humas Basarnas Manado, Feri Ariyanto ketika dihubungi membenarkan hal tersebut.

“Korban bernama Sugeng dan Dedy berhasil dievakuasi, tapi nyawanya sudah tak tertolong lagi “ Kata Fery Ariyanto

Polda Sulut dalam rilis persnya mengungkapkan kronologis kejadian, saat itu para buruh pekerja harian di PT Wijaya Karya didampingi kepala proyek, Bayu, sedang melakukan pekerjaan di lokasi proyek pembangunan jalan tol, tepatnya dilokasi pembangunan jembatan penghubung antara Desa Tumalutungng dengan jalan raya utama by bass Manado-Bitung.

Jembatan tersebut ambruk karena sementara di akukan pengecoran sehingga mengakibatkan para buruh pekerja harian yang bekerja di lokasi tersebut mengalami kecelakaan kerja. Saksi korban, Moktar Torikin (40) warga Jawa mengatakan saat kejadian berada di samping jembatan yang sedang dilakukan pengecoran. Dia mendengar bunyi suara dari jembatan Saat itu dia melihat jembatan langsung ambruk sehingga langsung berteriak meminta pertolongan.

Kepolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael telah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan tim SAR dari Satuan Brimob Polda Sulut untuk melakukan evakuasi serta melakukan koordinasi dengan PT Wijaya Karya. Polisi masih menyelidikan kasus tersebut. Sementara itu beberapa jam sebelumnya setelah kejadian kecelakaan kerja memberikan keterangan pers di Jakarta sebagai berikut PT Wijaya Karya (WIKA) memberikan penjelasan ihwal kecelakaan pekerjaan proyek jalan tol Manado-Bitung di Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara. Insiden itu terjadi pada Selasa, 17 April 2018 sekitar pukul 13.58. Pekerjaan pengecoran insitu pada salah satu slab, tiba-tiba runtuh.

“Perlu kami klarifikasi, yang runtuh bukan konstruksi Jalan Tol Manado Bitung yang belum terbangun,” kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Puspita Anggraeni dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 April 2018. “Konstruksi yang runtuh adalah overpass akses Jalan Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado-Bitung atau underpass.” Saat kejadian, ada 21 orang di lokasi yang tertimbun material bangunan. Sebagian besar sudah mendapat pertolongan dan perawatan di rumah sakit. Kepala Kantor SAR Manado Mochamad Arifin mengatakan ada tiga pekerja yang dilaporkan masih tertimbun material. “Seorang telah berhasil dievakuasi, sedangkan dua lagi dalam upaya penyelamatan,” katanya.

Puspita mengatakan WIKA bertanggung jawab penuh terhadap semua korban dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Keluarga korban dan masyarakat atas kejadian ini. WIKA memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik

Lebih lanjut Puspita Anggraeni mengatakan sejak Senin, 16 April 2018 pukul 22.00 telah dilaksanakan pembangunan overpass dua slab di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara. Adapun spesifikasi panjang bentang 36 meter dan lebar 10 meter sebagai penghubung atau akses Jalan Tumaluntung. Dari hal tersebut kemudian akan diikuti dengan pekerjaan konstruksi underpass Jalan Tol Manado-Bitung.

Laporan : Sofyan Taib

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *