Dengan Tema “ KPU Goes To School “ 950 Siswa Siswi Dan Guru-guru SMA Negeri 5 Balikpapan Mengikuti Solialisasi Pemilu 2019

Balikpapan, BARABERITA.COM  Senin, 15/10/2018  Bertempat di Lapangan upacara SMA Negeri 5 ( Smala) Balikpapan Jalan Ruhui Rahayu Sepinggan Baru Balikpapan Selatan Kota Balikpapan, Senin 15 oktober 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan  mengadakan sosialisasi Pemilihan Umum 2019, dengan Tema “ KPU Goes To School “

Sosialisasi ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan upacara bendera, bertindak sebagai Pembina upacara Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha S.Pd. SH, pada amanatnya,  menyampaikan, Kedatangan KPU Kota Balikpapan ke SMA Negeri 5 Balikpapan  untuk melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pencerahan tentang apa  itu Pemilihan Umum yang akan digelar pada 17 April 2019 yang akan datang.

Di hadapan siswa siswi yang jumlahnya mencapai 950 orang, guru-guru dan staf tata usaha tersebut, Ketua KPU menyampaikan, bahwa Pemilu yang akan akan dilaksanakan tanggal 17 April 2019 itu adalah pemilihan calon legislatif sekaligus pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat Noor Thoha menyampaikan bahwa Pemilu nanti merupakan ajang pemilihan presiden dan wakil presiden. Saat itu sontak ratusan siswa bertepuk tangan, seraya ada yang menyebut dua pasang calon presien yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Ketua KPU dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Komisi Pemilihan Umum ini, merupakan lembaga negara yang khusus menangani Pemilu. “Anak anak sering mendengar istilah komisi. Ada komisi Hak Azasi Manusia atau Komnas HAM. Ada komisi untuk orang hilang. Ada komisi untuk perlindungan anak anak. Nah Komisi Pemilhan Umum itu salah satu yang disebut sebut dalam Undang Undang Dasar 1945. Jadi KPU itu adalah satu-satunya institusi yang bekerja menyelenggarakan pemilihan umum,” ujar Noor Thoha.

Lebih lanjut Noor Thoha mengatakan, bila berbicara Pemilu, maka sama dengan  berbicara tentang demokrasi. Yaitu pemimpin yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan kalau sudah bicara demokrasi, maka akan berbicara tentang politik. Dalam kesempatan ini, Noor Thoha sempat bertanya kepada seluruh siswa, politik itu jahat atau tidak? “Apakah kalian setuju, politik itu jahat atau tidak?”, ujar Noor Thoha dengan nada bertanya. Sontak para siswa mengatakan setuju.

Mendengar jawaban spontan dari pada siswa siswi tersebut, Noor Thoha langsung memberi penegasan, bahwasannya politik berawal dengan kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang tak lepas dengan politik. Jadi bukan hanya mengangkat senjata saja. Namun politik turut serta didalamnya saat Indonesia merdeka. “Nah dahulu,  saat Indonesia hendak merdeka, dibutuhkan strategi untuk merebut kekuasaan dan mengatur bangsa itulah yang namanya politik,” ujar Noor Thoha.

Ia juga membandingkan antara Indonesia dengan beberapa negara yang ada di dunia. Bahwa seperti Singapura dan Australia bisa maju karena politik. “Padahal untuk sumber daya alamnya saja, Singapura jauh lebih besar Indonesia ketimbang Singapura. Tapi kenapa Singapura bisa maju, Itu dikarenakan poltik yang ada di sana,” papar Noor Thoha lagi.

Begitu pula dengan perpolitikan yang ada di Indonesia, juga demikian. Salah satunya adalah dibidang pendidikan. “Nah, anak-anakku sekalian, kalian bisa sekolah di sini juga karena kebijakan poltik,” ujarnya.

Noor Thoha juga menyampaikan, bahwa memasuki masa kampanye seperti sekarang ini, para siswa dimohon untuk menyimak dan mendengarkan ataupun membaca visi misi calon, mulai dari Calon Presiden dan Wakil Presiden, hingga pemilihan legislatif, mulai dari calon anggota DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota. “Silahkan kalian datang dan dengarkan saat mereka kampanye. Kalian punya hak untuk mendengarkan atau datang langsung pada saat kampanye. Cermati dan pertimbangkan, siapa siapa saja diantara mereka yang menurut kalian baik. Maka pilihlah sesuai dengan hati nurani kalian,” imbuh Noor Thoha.

Setelah selesai memberikan amanatnya, Noor Thoha beserta seluruh dewan guru, staf tata usaha dan ratusan siswa berfose bersama dengan memegang spanduk “KPU Goes To School. Generasi muda cerdas gunakan hak pilih,”.

Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan Dra  Ririen Friedayati, didampingi Budi, S.PdI mengatakan, “ Kunjungan ketua KPU kota Balikpapan, Noor Thoha, kali ini dinilai sangat bermanfaat, mengingat sekitar 300an siswa, khususnya di kelas XII kali ini memiliki hak pilih pada Pemilu 2019 yang akan datang. “Alhamdulillah, Bapak Noor Thoha bisa bersama sama kami untuk memberikan sosialisasi mengenai Pemilu. Di mana siswa kami yang kelas XII sudah saatnya menjadi pemilih pemula. Untuk bisa melaksanakan Pemilu, bertanggungjawab, agar bisa memilih calon-calon yang nantinya bisa duduk di parlemen dalam rangka memperjuangkan rakyatnya. Di mana dari 950 siswa kami ada 300an siswa yang nanti akan menjadi pemlih pemula,” imbuh Ririen Friedayati.

Pada upacara tersebut Kepala sekolah SMA Negeri 5  Balikpapan (Smala) Dra. Ririen Fridayati disaksikan Noor Thoha menyerahkan Piala dan Piagam penghargaan kepada Muhammad Farhan Fharezie Siswa kelas X MIPA sebagai juara 1 kader penyuluh UKS tingkat SLA se Kota Balikpapan. Farhan saat diwawancarai mengatakan “ Syukur Alhamdulillah, saya tidak menyangka akan mendapat penghargaan seperti ini, saat mengikuti lomba saya hanya berusaha menjalaninya sesuai standar usaha kesehatan sekolah adapun penghargaan jatuhnya kepada saya, sekali lagi saya bersyukur karena penghargaan ini bukan apa apa tanpa peran serta orang lain sepaeri teman-teman siswa-siswi, bimbingan guru dan arahan kepala sekolah. Imbuh remaja yang bercita-cita ingin jadi Taruna TNI ini.

Sumber : KPU

Editor : Marwan B.

 

follow :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *