28 Februari 2021

Deklarasi Damai Tolak #2019 Ganti Presiden & Mendukung Program-Program Kerja Pemerintah Untuk Memerangi Hoax Serta Ujaran Kebencian oleh Masyarakat Kota Balikpapan Peduli Pilpres 2019.

 

 

 

 

 

Balikpapan,  BARABERITA.COM  Selasa 28/08/2018  Pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2018 pukul 16.00 wita di Caffe Dialog komplek Balikpapan Permai Jl. Jend Sudirman Balikpapan, sekitar 50 orang melaksanakan kegiatan  Deklarasi Damai, Anti Hoax, Ujaran Kebencian, tolak #2019 ganti presiden, serta Mendukung Program-Program Kerja Pemerintah Untuk Memerangi Hoax dan Ujaran Kebencian oleh Masyarakat Kota Balikpapan Peduli Pilpres 2019.

Deklarasi di pimpin oleh  Prasojo Haryo, S. Kom dengan diikuti oleh para simpatisan peduli Pulpres damai anti hoaks dan ujaran kebencian. Cukup antusias namun berjalan damai.

Dalam deklarasi tersebut Haryo menyampaikan bahwa Deklarasi ini adalah murni bentuk kepedulian diri dan kawan-kawannya, dalam menyikapi berbagai kejadian di luar kota Balikpapan yang membuat permusuhan antar anak bangsa.

Ujaran kebencian dapat membelah persatuan dan kesatuan bangsa.

Mendukung Pemerintah memerangi Hoax dan menegaskan akan menindaklanjuti apabila menemukan orang atau pihak lain yang menyebarkan Hoax dan ujaran kebencian untuk dilaporkan ke Kepolisian.

Haryo

Menolak masyarakat yang melakukan Aksi #Ganti Presiden 2019. Ini adalah etika politik tidak bermoral dan patut sebagai upaya makar. Deklarasi diikuti para relawan Ibu Erni, Dhoni, Yudistira,R. Yuniarto.

Aksi deklarasi sepakat menjafa kota Balikpapan Damai dan menentang adanya Ujaran Kebencian yang dapat mencederai kententraman masyarakat Kota Balikpapan.

Disela Deklarasi, Haryo ditemui baraberita.com menjelaskan bahwa aksi samai dan deklarasi ini adalah bentuk keprihatinan diri dan kawan-kawannya, atas perkembangan situasi akibat dampak Pilpres 2019 mendatang. “Kami menolak aksi-aksi #2019 ganti presiden di kota Balikpapan. Hal ini dapat memicu permusuhan akibat beda pilihan dalam Pilpres 2019. Kita boleh beda pilihan, namun tidak boleh memfitnah, menjelek-jelekkan Pemerintah dan Presiden kita bersama. Nanti ksmpanye ada waktunya. Kita adu gagasan adu program meraih simpati rakyat Balikpapan” ujar aktifis muda Balikpapan ini.

Deklarasi berakhir pukul 17.00 wita dalam keadaan aman dan tertib.

Laporan : Camar 52

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *